STRATEGI DPMD KABUPATEN GRESIK DALAM PROGRAM DESA BERDAYA UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN EKONOMI MASYARAKAT DESA

Penulis

  • Nawal Nazala Firdausi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Indira Arundinasari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Kata Kunci:

Program Desa Berdaya, Strategi, Pemberdayaan Masyarakat, Kemandirian Ekonomi

Abstrak

Program Desa Berdaya merupakan salah satu inisiatif penting dari Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk meningkatkan kemampuan desa dan mendukung kemandirian ekonomi warganya. Program ini menitikberatkan pada penguatan lembaga desa, pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), peningkatan keterampilan sumber daya manusia di desa, serta memaksimalkan potensi ekonomi setempat. Penelitian magang ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis strategi yang diterapkan DPMD Kabupaten Gresik dalam pelaksanaan Program Desa Berdaya dengan memanfaatkan teori manajemen strategis dari Fred R. David sebagai landasan analisis, terutama pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi strategi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, pengamatan di lapangan, dan pengumpulan dokumen selama periode magang di bidang Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat dan Ekonomi Desa. Hasil riset menunjukkan bahwa pendekatan DPMD dalam Program Desa Berdaya dimulai dengan merumuskan strategi berdasarkan analisis situasi desa menggunakan data Indeks Desa Membangun (IDM), potensi yang ada, serta masalah dalam pengelolaan kelembagaan. Pelaksanaan strategi dilakukan melalui kegiatan pendampingan bagi BUMDes, pelatihan untuk meningkatkan kemampuan aparatur desa dan masyarakat, bantuan dalam penyusunan dokumen perencanaan desa, serta penguatan kerja sama antara berbagai pihak. Evaluasi strategi dilakukan lewat pemantauan rutin pendampingan, pengukuran capaian indikator keberdayaan desa, dan penyusunan saran untuk perbaikan program. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa strategi yang dilaksanakan memberikan kontribusi bagi peningkatan kapasitas desa, terutama dalam pengelolaan BUMDes dan pengembangan ekonomi lokal, meskipun tetap ada kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya partisipasi masyarakat, dan variasi dalam tingkat kesiapan desa.

The Empowered Village Program is an important initiative of the Gresik Regency Government through the Community and Village Empowerment Service (DPMD) to improve village capacity and support the economic independence of its citizens. This program emphasizes strengthening village institutions, developing Village-Owned Enterprises (BUMDes), improving human resource skills in villages, and maximizing local economic potential. This internship research aims to describe and analyze the strategies implemented by the Gresik Regency DPMD in implementing the Empowered Village Program by utilizing Fred R. David's strategic management theory as a basis for analysis, especially in the planning, implementation, and evaluation stages of the strategy. The research method used is descriptive qualitative through observation, interviews, and document collection during the internship period in the field of Community and Village Institutional Empowerment. The research results show that the DPMD's approach in the Empowered Village Program begins with formulating a strategy based on an analysis of the village situation using Village Development Index (IDM) data, existing potential, and problems in institutional management. The strategy is implemented through mentoring activities for BUMDes, training to improve the capabilities of village officials and communities, assistance in preparing village planning documents, and strengthening cooperation between various parties. Strategy evaluation was conducted through routine monitoring of mentoring, measuring the achievement of village empowerment indicators, and developing recommendations for program improvement. Field findings indicate that the implemented strategy contributed to increasing village capacity, particularly in managing village-owned enterprise (BUMDes) and developing local economies. Although challenges such as limited human resources, low community participation, and varying levels of village readiness persist

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30