https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jth/issue/feed Jurnal Transformasi Humaniora 2026-05-30T17:58:01+00:00 Open Journal Systems https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jth/article/view/21553 IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KESETARAAN GENDER DALAM ADMINISTRASI PUBLIK DI INDONESIA 2026-05-02T10:41:38+00:00 Muhammad Navinza Nur Rizky muhammadnavinza@gmail.com Rafverga Rizki Setyabudi rafverga.rizki@gmail.com Indah Prabawati indahprabawati@unesa.ac.id Firre An Suprapto firresuprapto@unesa.ac.id <p><strong>Abstrak:</strong> Kesetaraan gender merupakan prinsip penting dalam penyelenggaraan administrasi publik yang berkeadilan dan inklusif. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi kebijakan kesetaraan gender di Indonesia, termasuk kerangka regulasi, strategi pelaksanaan, serta tantangan yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis kebijakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah memiliki berbagai regulasi dan program seperti pengarusutamaan gender, implementasinya masih menghadapi hambatan struktural, kultural, dan kelembagaan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan komitmen politik, kapasitas birokrasi, serta partisipasi masyarakat untuk mencapai kesetaraan gender secara optimal.</p> <p><strong><em>Abstract: </em></strong><em>Gender equality is an important principle in the implementation of fair and inclusive public administration. This article aims to explain the implementation of gender equality policies in Indonesia, including the regulatory framework, implementation strategies, and the challenges encountered. The method used is a qualitative approach through literature review and policy analysis. The findings indicate that although Indonesia has established various regulations and programs such as gender mainstreaming, their implementation still faces structural, cultural, and institutional barriers. Therefore, strengthening political commitment, bureaucratic capacity, and community participation is necessary to achieve optimal gender equality.</em></p> 2026-05-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Transformasi Humaniora https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jth/article/view/21902 ANCAMAN DRONE WARFARE TERHADAP INFRASTRUKTUR SAUDI ARAMCO DALAM KONFLIK TIMUR TENGAH 2026 2026-05-17T03:52:23+00:00 Gita Pebrianti gitapebrianti22@gmail.com Nandita Oktaviani Putri nanditaputri1303@gmail.com Nathania Widyaningsih nathania.widya27@gmail.com Septianis Afipah septianisafipah1990@gmail.com <p>Kawasan Timur Tengah tetap menjadi episentrum energi dunia, namun kemunculan teknologi militer asimetris seperti drone warfare telah menciptakan kerentanan baru pada infrastruktur strategis. Ketegangan geopolitik pada tahun 2026 yang melibatkan kekuatan regional memicu serangan pesawat nirawak (Unmanned Aerial Vehicles) terhadap fasilitas vital Saudi Aramco di Ras Tanura. Fenomena ini tidak hanya mengganggu stabilitas produksi minyak, tetapi juga menguji ketahanan sistem energi global. Meskipun penelitian terdahulu telah banyak membahas persaingan teknologi drone dalam kerangka perebutan hegemoni regional, namun penelitian yang memfokuskan pada proses sekuritisasi infrastruktur energi pasca serangan tahun 2026, masih sangat terbatas. Melalui metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dan teori sekuritisasi, terlihat bahwa pemerintah Arab Saudi menggunakan retorika resmi dan respons keamanan luar biasa untuk mengangkat isu gangguan energi ini menjadi ancaman keamanan eksistensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan drone warfare dalam konflik modern telah mengubah konfigurasi keamanan global, di mana perlindungan infrastruktur vital kini menjadi prioritas utama. Ketidakpastian geopolitik dan kemajuan teknologi militer menuntut adanya kolaborasi internasional yang lebih kuat serta modernisasi sistem pertahanan udara guna memitigasi risiko peperangan asimetris di masa depan.</p> <p><em>The Middle East remains the global energy epicenter; however, the emergence of asymmetric military technologies such as drone warfare has introduced new vulnerabilities to strategic infrastructure. Geopolitical tensions in 2026 involving regional powers triggered Unmanned Aerial Vehicle (UAV) attacks on Saudi Aramco’s vital facilities at Ras Tanura. This phenomenon not only disrupts oil production stability but also tests the resilience of the global energy system. While previous studies have extensively discussed drone technology competition within the framework of regional hegemony, research specifically focusing on the securitization process of energy infrastructure following the 2026 attacks remains highly limited. Utilizing a qualitative approach and securitization theory, it is evident that the Saudi government employed official rhetoric and extraordinary security responses to elevate these energy disruptions into an existential security threat. The findings indicate that the use of drones in modern drone warfare has reshaped global security configurations, making the protection of critical infrastructure a top priority. Geopolitical uncertainty and military technological advancements demand stronger international collaboration and modernized air defense systems to mitigate the risks of future asymmetric drone warfare. </em></p> 2026-05-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Transformasi Humaniora https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jth/article/view/22072 HUBUNGAN ORANG TUA DAN REMAJA DALAM KELUARGA: DINAMIKA, FAKTOR YANG MEMENGARUHI, DAN STRATEGI PENGUATAN 2026-05-21T07:37:53+00:00 Nazua Suwita nazuasuwita@students.usu.ac.id Moureen Mecca Lubis moureenmecca@students.usu.ac.id Greaseika Purba greaseikapurba@students.usu.ac.id Fadiya Azhara fadiyaazhara@students.usu.ac.id Hairani Siregar hairani@usu.id <p>Masa remaja merupakan periode perkembangan yang krusial dan penuh tantangan. Hubungan antara orang tua dan remaja memegang peranan yang sangat penting dalam membentuk kesehatan mental, regulasi emosi, identitas diri, serta perilaku adaptif remaja. Artikel tinjauan literatur ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika hubungan orang tua-remaja, mengidentifikasi faktor- faktor yang memengaruhinya,&nbsp; menganalisis tantangan di&nbsp; era digital, serta menyusun strategi penguatan hubungan keluarga. Melalui analisis terhadap berbagai studi empiris baik nasional maupun internasional, hasil tinjauan menunjukkan bahwa pola asuh autoritatif, kelekatan aman, dan komunikasi terbuka merupakan faktor protektif utama. Tantangan utama yang dihadapi adalah pengaruh media sosial, tekanan akademik, perbedaan generasi, dan perubahan struktur keluarga. Artikel ini menyimpulkan pentingnya penguatan hubungan orang tua- remaja yang hangat dan suportif untuk mendukung perkembangan remaja yang resilien di Indonesia. Implikasi praktis bagi orang tua, pendidik, dan konselor juga disajikan.</p> <p><em>Adolescence is a critical and challenging developmental period. The parent-adolescent relationship plays a vital role in shaping mental health, emotion regulation, self-identity, and adaptive behavior. This literature review article aims to describe the dynamics of parent-adolescent relationships, identify influencing factors, analyze challenges in the digital era, and formulate family relationship strengthening strategies. Through analysis of various national and international empirical studies, the review shows that authoritative parenting, secure attachment, and open communication are the main protective factors. The main challenges faced are the influence of social media, academic pressure, generation gap, and changes in family structure. This article concludes the importance of warm and supportive parent-adolescent relationship strengthening to support resilient adolescent development in Indonesia. Practical implications for parents, educators, and counselors are also presented.</em></p> 2026-05-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Transformasi Humaniora