Jurnal Transformasi Humaniora https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jth id-ID Mon, 29 Jun 2026 18:34:34 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PERAN GURU IPS DALAM MENGGUNAKAN METODE CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING MATERI INTERAKSI SOSIAL SISWA DI MTSN 9 BLITAR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jth/article/view/22516 <p>Pembelajaran IPS memiliki peran penting dalam mengembangkan pemahaman sosial, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan berinteraksi peserta didik. Namun, pembelajaran yang masih berpusat pada guru sering menyebabkan siswa kurang aktif dan mengalami kesulitan menghubungkan konsep dengan kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru IPS dalam menggunakan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada materi interaksi sosial, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi selama implementasi, serta mendeskripsikan dampaknya terhadap peserta didik kelas VII di MTsN 9 Blitar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru IPS berperan sebagai fasilitator, motivator, pembimbing, pengelola kelas, dan evaluator dalam penerapan CTL. Tantangan yang ditemukan meliputi rendahnya keaktifan sebagian siswa, kurangnya kepercayaan diri, kesulitan mengaitkan konsep dengan pengalaman nyata, serta kemampuan belajar mandiri yang masih terbatas. Meskipun demikian, penerapan CTL yang dipadukan dengan metode Teams Games Tournament (TGT) mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif dan bermakna. Dampak yang dihasilkan meliputi peningkatan pemahaman materi, keaktifan belajar, kemampuan berpikir kritis, keterampilan sosial, motivasi belajar, serta kepercayaan diri peserta didik. Temuan ini menunjukkan bahwa CTL merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS pada materi interaksi sosial.</p> <p><em>Social Studies learning plays an important role in developing students’ social understanding, critical thinking skills, and social interaction abilities. However, teacher-centered learning often causes students to be less active and experience difficulties in relating concepts to real-life situations. This study aims to analyze the role of Social Studies teachers in implementing Contextual Teaching and Learning (CTL) in social interaction materials, identify the challenges encountered during its implementation, and examine its impact on seventh-grade students at MTsN 9 Blitar. This research employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model, which consists of data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that Social Studies teachers played multiple roles as facilitators, motivators, mentors, classroom managers, and evaluators in the implementation of CTL. The challenges identified included students’ low participation, lack of self-confidence, difficulties in connecting concepts to real-life experiences, and limited independent learning skills. Nevertheless, the integration of CTL with the Teams Games Tournament (TGT) method successfully created a more active, meaningful, and engaging learning environment. The implementation of CTL positively impacted students by improving their understanding of social interaction concepts, learning participation, critical thinking skills, social skills, learning motivation, and self-confidence. These findings indicate that CTL is an effective approach for enhancing the quality of Social Studies learning, particularly in social interaction materials.</em></p> Umi Syadiyah, Binti Maunah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Transformasi Humaniora https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jth/article/view/22516 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000 PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBAHASA ARAB DI TINGKAT MADRASAH IBTIDAIYAH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jth/article/view/23048 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis problematika pembelajaran keterampilan berbahasa Arab di tingkat Madrasah Ibtidaiyah, dengan fokus pada MI Hidayatul Athfal. Permasalahan utama yang teridentifikasi meliputi rendahnya motivasi belajar siswa akibat persepsi bahwa bahasa Arab adalah mata pelajaran yang sulit, keterbatasan kemampuan membaca siswa, serta ketidakefektifan berbagai metode pembelajaran yang telah diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika pembelajaran keterampilan berbahasa Arab di MI Hidayatul Athfal bersumber dari tiga aspek utama, yaitu aspek linguistik (kompleksitas sistem bahasa Arab), aspek psikologis (rendahnya motivasi dan kepercayaan diri siswa), dan aspek pedagogis (keterbatasan metode serta kompetensi guru). Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penerapan metode pembelajaran berbasis permainan, pendekatan kontekstual, dan penggunaan media audiovisual yang lebih intensif untuk meningkatkan keterampilan berbahasa siswa secara menyeluruh.</p> <p><em>This study aims to identify and analyze the problems of Arabic language skills learning at the Madrasah Ibtidaiyah level, with a focus on MI Hidayatul Athfal. The main problems identified include low student learning motivation due to the perception that Arabic is a difficult subject, students' limited reading ability, and the ineffectiveness of various learning methods that have been implemented. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through interviews and documentation. The results show that the problems of Arabic language skills learning at MI Hidayatul Athfal stem from three main aspects, namely linguistic aspects (complexity of the Arabic language system), psychological aspects (low student motivation and self-confidence), and pedagogical aspects (limitations of methods and teacher competence). Based on these findings, this study recommends the implementation of game-based learning methods, contextual approaches, and more intensive use of audiovisual media to improve students' language skills holistically.</em></p> Nisa Nur Fitria, Maulidya Harahap, Acep Hermawan, Eva Lathifah Fauziah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Transformasi Humaniora https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jth/article/view/23048 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN NEW PUBLIC SERVICE (NPS) DALAM PELAYANAN MAL PELAYANAN PUBLIK (MPP) HUMA BETANG KOTA PALANGKA RAYA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jth/article/view/22741 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai New Public Service pada Mal Pelayanan Publik Huma Betang Kota Palangka Raya dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima, inklusif, dan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, serta wawancara mendalam dengan Kepala Mal Pelayanan Publik Huma Betang dan masyarakat pengguna jasa layanan. Teknik analisis data yang diterapkan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip New Public Service telah berjalan dengan baik. Hal tersebut dibuktikan melalui komitmen ketepatan waktu sesuai prosedur operasional standar, ketersediaan saluran pengaduan yang inklusif, penerapan budaya ramah oleh aparatur yang proaktif, serta transparansi pelacakan berkas didukung konsep tata ruang terbuka yang efektif menghilangkan praktik pungutan liar. Meskipun demikian, Mal Pelayanan Publik Huma Betang masih menghadapi tantangan pada aspek sarana prasarana fisik yang memerlukan perbaikan, seperti tata letak tempat ibadah yang tersembunyi, belum adanya mesin fotokopi dan pusat anjungan tunai mandiri, serta manajemen perparkiran yang belum teratur.</p> <p><em>This study aims to analyze the implementation of New Public Service values at the Huma Betang Public Service Mall in Palangka Raya City in an effort to realize excellent, inclusive, and sustainable public services. The method used in this study is a qualitative descriptive approach. Data sources were obtained through observation, documentation, and in-depth interviews with the Head of the Huma Betang Public Service Mall and the community as service users. The data analysis technique applied uses the Miles and Huberman model, which includes data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the implementation of New Public Service principles has run well. This is evidenced by the commitment to timeliness in accordance with standard operating procedures, the availability of inclusive complaint channels, the implementation of a friendly culture by proactive apparatus, and the transparency of document tracking supported by an open layout concept that effectively eliminates illegal levies. Nevertheless, the Huma Betang Public Service Mall still faces challenges in physical infrastructure aspects that require improvement, such as the hidden layout of the place of worship, the unavailability of photocopy machines and automated teller machine centers, and disorganized parking management.</em></p> Miftahul Ilmi, Jhon Ferry Antho Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Transformasi Humaniora https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jth/article/view/22741 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000 PERAN SISTEM KELEMBAGAAN SOSIAL DALAM PEMBENTUKAN POLA DISTRIBUSI AIR IRIGASI SWADAYA: ANALISIS SOSIOLOGIS DI DESA MAMA KECAMATAN LOPOK https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jth/article/view/22645 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sistem kelembagaan sosial dalam pembentukan pola distribusi air irigasi swadaya di Desa Mama, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa. Pengelolaan irigasi pada masyarakat pedesaan bukan hanya persoalan teknis mengenai aliran air dan infrastruktur, tetapi juga merupakan proses sosial yang melibatkan norma lokal, kepemimpinan, partisipasi masyarakat, serta interaksi antarpetani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi terhadap ketua kelompok irigasi, petani pengguna air, tokoh masyarakat, serta pemerintah desa. Penelitian ini menggunakan Teori Strukturasi Anthony Giddens untuk memahami hubungan timbal balik antara struktur sosial dan agensi dalam praktik distribusi air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola distribusi air irigasi di Desa Mama dibentuk melalui kelembagaan formal dan informal yang bekerja melalui aturan giliran, musyawarah, sanksi sosial, dan tanggung jawab bersama. Kelembagaan sosial tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme organisasi, tetapi juga sebagai ruang negosiasi, kerja sama, dan pengelolaan konflik. Petani sebagai agen sosial tidak sekadar mengikuti aturan yang ada, melainkan secara aktif mereproduksi, menyesuaikan, dan mengubah aturan tersebut sesuai kondisi ekologis, perubahan musim, serta kebutuhan pertanian lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan dan keadilan distribusi air sangat dipengaruhi oleh kekuatan kelembagaan lokal, partisipasi masyarakat, dan praktik sosial yang adaptif.</p> <p><em>This study examines the role of social institutional systems in shaping community-based irrigation water distribution patterns in Mama Village, Lopok District, Sumbawa Regency. Irrigation management in rural agricultural communities is not merely a technical issue related to water flow and infrastructure, but also a social process involving local institutions, collective norms, participation, leadership, and social interaction among farmers. The research applies a qualitative descriptive case study approach. Data were collected through semi-structured interviews, non-participant observation, and documentation involving irrigation group leaders, farmers, and village government representatives. The study uses the Structuration Theory of Anthony Giddens to analyze the reciprocal relationship between social structure and human agency in irrigation practices. The findings indicate that irrigation water distribution in Mama Village is shaped by formal and informal institutions operating through locally agreed rules, collective deliberation, social sanctions, and shared responsibility. Social institutions function not only as organizational mechanisms but also as mediators of negotiation, cooperation, and conflict management among farmers. Farmers, as social agents, do not merely follow existing rules but actively reproduce, negotiate, and modify them according to ecological conditions, seasonal changes, and local agricultural needs. The study concludes that the sustainability and fairness of community-based irrigation depend significantly on the strength of local social institutions, participation, and adaptive social practices. This research contributes to rural sociology and community-based natural resource governance by emphasizing the importance of institutional dynamics in irrigation management.</em></p> Reza Putri Alifia, Anwar Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Transformasi Humaniora https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jth/article/view/22645 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS ETIKA PELAYANAN PUBLIK DAN KESADARAN LINGKUNGAN PELAKU USAHA DALAM MENDUKUNG EKOWISATA BERKELANJUTAN DI KAWASAN WISATA DERMAGA KERENG BANGKIRAI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jth/article/view/23226 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etika pelayanan publik dan kesadaran lingkungan pelaku usaha dalam mendukung ekowisata berkelanjutan di Kawasan Wisata Dermaga Kereng Bangkirai. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek etika pelayanan publik, pelaku usaha telah berupaya menerapkan hospitalitas inklusif dan transparansi harga jual guna menghindari praktik getok harga. Namun, ditemukan celah (gap) tata kelola berupa lemahnya ketegasan sanksi operasional oleh pihak pengelola, serta pada aspek kesadaran lingkungan, pemahaman ekologis pelaku usaha telah mewujud dalam tindakan nyata (behavior) melalui penyediaan fasilitas pembuangan sampah mandiri di area warung serentak dengan pengadaan tenaga kebersihan honorer oleh Dinas Pariwisata Kota. Keterpaduan antara tindakan mandiri pelaku usaha dan fasilitasi pemerintah daerah ini mengonfirmasi bahwa kelestarian ekosistem pariwisata telah diupayakan secara integratif sesuai koridor hukum, meskipun penegakan sanksi formal masih memerlukan penguatan berkelanjutan.</p> <p><em>This study aims to analyze public service ethics and environmental awareness among business actors in supporting sustainable ecotourism at the Kereng Bangkirai Pier Tourism Area. The study employs a qualitative method with a descriptive approach. The results indicate that regarding public service ethics, business actors have endeavored to implement inclusive hospitality and price transparency to prevent price-gouging practices. However, a governance gap remains in the form of weak enforcement of operational sanctions by the management. Furthermore, in terms of environmental awareness, the ecological comprehension of business actors has manifested into tangible behavior through the provision of independent waste disposal facilities in shop areas, synchronized with the deployment of honorary cleaning personnel by the City Tourism Office. The integration between the independent initiatives of business actors and local government facilitation confirms that the preservation of the tourism ecosystem has been pursued in an integrative manner within legal frameworks, although the enforcement of formal sanctions still requires continuous reinforcement.</em></p> Jhon Ferry Antho, Fuji Aprilia Lestari, Cyntia Lupita Sari Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Transformasi Humaniora https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jth/article/view/23226 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000 ETIKA MAHASISWA DALAM BERKOMUNIKASI DENGAN DOSEN MENGGUNAKAN APLIKASI WHATSAPP https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jth/article/view/22898 <p>Fenomena yang terjadi saat ini bahwa masih adanya mahasiswa mengabaikan etika sopan santun yang sudah tertanam sejak dulu yang menjadi dasar bagi kehidupan perkuliahan. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian etika komunikasi antara mahasiswa dan dosen dalam interaksi akademik melalui media digital. Adapun jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan trigulasi berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teori yang digunakan yakni teori strategi kesopanan Brown dan Levinson. Hasil penelitian menggambarkan bahwa Mahasiswa dan Dosen pada Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam masing-masing menyadari tentang pentingnya penerapan etika dalam berkomunikasi melalui media digital, dan Mahasiswa sebagian besar sudah berperilaku sopan dan beretika dalam menghubungi dosen melalui media sosial, berdasarkan teori strategi kesopanan Brown dan Levinson yakni mahasiswa menggunakan konsep wajah negatif (negative face) dengan menyampaikan permohonan maaf, dan menggunakan pesan permintaan dan ancaman (FTA) disertai dengan kesopanan negatif. Namun masih terdapat beberapa Mahasiswa yang kurang beretika dalam menyampaikan pesan chat kepada Dosen melalui media sosial seperti menghubungi dosen pada waktu istirahat dan hari libur, penggunaan kalimat yang seakan-akan memerintah Dosen dan tidak menyebutkan identitas dan tujuan yang lengkap dan jelas. Adapun Upaya yang dilakukan Dosen dalam memaksimalkan etika komunikasi Mahasiswa seperti memberikan informasi berupa himbauan dan arahan tentang cara berkomunikasi yang baik melalui media sosial serta menegur secara langsung Mahasiswa jika menyampaikan pesan yang kurang etis atau kurang sopan kepada Dosen melalui media sosial.</p> Sri Hertimi, Revaliza, Lidia Handayani, Muhammad Khazim Faturrahman Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Transformasi Humaniora https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jth/article/view/22898 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000 STRATEGI KOMUNIKASI DALAM RESOLUSI KONFLIK KELUARGA HARMONIS: STUDI KASUS FENOMENOLOGI PADA KELUARGA HARMONIS DI DESA MARONGE KECAMATAN MARONGE https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jth/article/view/22719 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi keluarga dalam menyelesaikan konflik rumah tangga serta membangun keharmonisan keluarga dengan menggunakan pendekatan teori interaksi simbolik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik dalam keluarga merupakan hal yang wajar, namun dapat diselesaikan secara sehat melalui komunikasi terbuka, pengendalian emosi, sikap saling menghargai, dan dukungan emosional. Interaksi simbolik yang positif, baik melalui komunikasi verbal maupun non-verbal, membentuk makna kebersamaan, rasa aman, dan kenyamanan dalam keluarga. Simbol-simbol seperti bahasa yang lembut, empati, perhatian, serta sentuhan fisik dimaknai bersama sebagai bentuk kasih sayang dan penerimaan. Dengan demikian, komunikasi terbuka dan interaksi simbolik yang konsisten berperan penting dalam menciptakan keluarga yang harmonis dan berkelanjutan.</p> <p><em>This study aims to analyze family communication patterns in resolving household conflicts and building family harmony using a symbolic interactionism approach. The research employed a qualitative method with data collected through in-depth interviews with informants. The findings indicate that conflict within families is a natural occurrence, but it can be managed in a healthy manner through open communication, emotional control, mutual respect, and emotional support. Positive symbolic interactions, both verbal and non-verbal, construct shared meanings of togetherness, safety, and comfort within the family. Symbols such as gentle language, empathy, attention, and physical touch are collectively interpreted as expressions of affection and acceptance. Therefore, open communication and consistent symbolic interaction play a crucial role in creating harmonious and sustainable family relationships.</em></p> Putri Alifa Septina, Supriadi Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Transformasi Humaniora https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jth/article/view/22719 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000