https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/issue/feedPerspektif Agama dan Identitas2026-09-29T19:40:05+00:00Open Journal Systemshttps://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/27274IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS CINTA DALAM PERSPEKTIF ILMU PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DIGITAL2026-09-20T01:43:44+00:00Moch Alfan Sukronsukronalfan5@gmail.comMuhammad Farhan Al Anshoryfarhanalanshory23@gmail.comIne Ratu Fadliahineratufadliah@ptiq.ac.idM. Naelul Mubaroknaelulmubarok@ptiq.ac.id<p>Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan kasih sayang, empati, kepedulian, penghargaan, dan keteladanan sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran. Dalam perspektif Ilmu Pendidikan Islam, konsep ini sejalan dengan nilai rahmah dan tujuan pendidikan Islam dalam membentuk peserta didik yang berilmu, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam perspektif Ilmu Pendidikan Islam di era digital. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber yang relevan mengenai Kurikulum Berbasis Cinta, pendidikan Islam, pendidikan karakter, dan perkembangan teknologi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta dapat diterapkan melalui pembelajaran humanis, keteladanan guru, pembiasaan akhlak, komunikasi yang menghargai peserta didik, serta pemanfaatan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Implementasi tersebut tidak hanya mendukung perkembangan akademik dan literasi digital, tetapi juga dapat membentuk karakter empati, tanggung jawab, toleransi, kepedulian sosial, dan akhlak Islami. Namun, penerapannya masih menghadapi tantangan berupa kesiapan pendidik, keterbatasan fasilitas, kesenjangan akses teknologi, dan etika dalam penggunaan media digital. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat agar Kurikulum Berbasis Cinta dapat diterapkan secara konsisten dan mampu memperkuat pendidikan Islam yang humanis, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan digital.</p> <h2 style="text-align: justify; line-height: normal; margin: 0in 6.7pt .0001pt 0in;"><em><span lang="EN-ID" style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Garamond',serif; color: windowtext;">The Love-Based Curriculum is an educational approach that places compassion, empathy, care, respect, and role modeling as important elements of the learning process. From the perspective of Islamic Education, this concept is in line with the value of rahmah and the goals of Islamic education in developing students who are knowledgeable, morally upright, and concerned about others and the environment. This study aims to analyze the implementation of the Love-Based Curriculum from the perspective of Islamic Education in the digital era. This study employs a literature review method by examining relevant sources on the Love-Based Curriculum, Islamic education, character education, and the development of digital technology. The findings indicate that the Love-Based Curriculum can be implemented through humanistic learning, teacher role modeling, moral habituation, respectful communication with students, and the wise and responsible use of technology. Such implementation not only supports students' academic development and digital literacy but also fosters empathy, responsibility, tolerance, social awareness, and Islamic character. However, its implementation still faces several challenges, including teacher readiness, limited facilities, unequal access to technology, and ethical issues in the use of digital media. Therefore, cooperation among schools, teachers, parents, and communities is needed to ensure consistent implementation of the Love-Based Curriculum and to strengthen Islamic education that is humanistic, character-based, and adaptive to digital developments.</span></em></h2>2026-09-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas