Perspektif Agama dan Identitas
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai
id-IDPerspektif Agama dan Identitas PENGGUNAAN PROJECTOR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FIQIH SISWA KELAS VIII DI MTS DARUL HUDA OKU SELATAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/26299
<p>Pada awal mulanya proses belajar mengajar hanya bersifat konvensional, artinya belum menggunakan teknik media yang modern yaitu hanya menggunakan alat Bantu visual (media visual), misalnya papan tulis, gambar dan lain-lain yang mana alat bantu tersebut masih bersifat klasik. Padahal standarisasi tujuan penggunaan media adalah untuk meragakan, mengkonkritkan dan mewujudkan pesan atau informasi yang abstrak melalui pengamatan.1 Namun dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) maka lembaga pendidikan khususnya para guru tidak hanya menggunakan media konvensional, akan tetapi dikembangkan lagi kedalam media yang lebih modern. Hal ini disebabkan adanya pola pikir. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif. Kemudian untuk penggunaan metode penelitian digunakan metode eksperimen dengan desain Quasi Experimental dengan menggunakan Nonequivalent Control Grup Design. Teknik pengumpulan data, peneliti melakukan dengan beberapa cara, yaitu teknik observasi, teknik tes, dan teknik dokumentasi. Sedangkan untuk uji keabsahan data dilakukan Rumus yang bisa digunakan untuk uji validitas konstruk dengan teknik korelasi product moment, Kemudian uji relibilitas data menggunakan rumus Alpha, Dari data hasil uji validitas diatas dapat kita ketahui bahwasannya dari 14 butir instrument terdapat beberapa instrument yang tidak valid dengan nomor butir instrumen (3,4,5,9) yang mana intsrumen yang tidak valid ini tidak bisa digunakan dalam pengambilan data pada penelitian selanjutnya, jadi hasil dari uji validitas ini diketahui intrumen yang valid berjumlah 20 butir instrument yang nantinya akan digunaka dalam pengambilan data selanjutnya. Hasil dari uji reliabilitas memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0, 0,755 lebih besar dari 0,06 (0,755>0,06), hasil ini berarti bahwasannya instrument yang akan digunakan dalam pengambilan data pada penelitian ini reliable (dapat diandalkan) dan memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai alat ukur dalam penelitian ini. Data yang digunakan untuk melakukan uji normalitas ini adalah data yang diperoleh dari rerata hasil pretest dan posttest kelas kontrol dan eksperimen. Hasil dari uji normalitas dengan menggunakan Microsoft Excel dan tes dua sampel uji Kolmogorov-Smirnov dan uji Shapiro Wilk dengan menggunakan taraf signifikansi 5% (p=0.05), hasil terlampir dan diperoleh:</p> <p>Hipotesis:</p> <p>H0 = data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal</p> <p>HI = data sampel berasal dari populasi yang tidak berdistribusi normal Kriteria Uji: Hipotesis nol ditolak apabila asymptotic significant value uji Kolmogorov- Smirnov dan Shapiro Wilk lebih kecil dari < 0,05. Terdapat perbedaan yang sangat signifikan (p<0,01) terhadap pembelajaran yang menggunakan proyektor dalam meningkatkan hsil belajar fiqih siswa kelas VIII di MTs Darul Huda OKU Selatan. Kelompok eksperimen (menggunakan proyektor) memiliki nilai rerata yang lebih tinggi dibanding kelas kontrol yang menggunakan metode demonstrasi. Berdasarkan hasil perhitungan hipotesis dengan menggunakan uji- t (t-test) untuk data posttest diperoleh nilai t<sub>hitung</sub> > ttabel (4,5124> 2,262), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya terdapat perbedaan yang sangat signifikan dari hasil data tersebut, dimana nilai rata-rata (mean) pada kelas ekperimen sebesar 87.00 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 80.00 yang mana dapat disimpulkan bahwa nilai kelas eksperimen lebih unggul dari kelas kontrol.</p>Bahrul Ulum
Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas
2026-09-072026-09-0791PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PAI BERBASIS VIDEO PADA KELAS VIII MTS
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/26249
<p>Artikel ini mengupas seputar perkembangan teknologi yang semakin canggih. Adanya hal tersebut mendorong pemanfaatan media pembelajaran yang juga berbasis berbantuan teknologi, akan tetapi dalam fenomena zaman modern ini masih terdapat beberapa guru yang belum memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran, sehingga proses pembelajaran kurang aktif dan menjadikan peserta didik merasa tidak bersemangat dalam belajar. Hingga dampaknya dapat memicu peserta didik menjadi bosan dan tidak antusias selama pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan media video dalam pembelajaran PAI pada MTs kelas VII. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan datanya menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penggunaan video sebagai media pembelajaran PAI dinilai bagus dan efisien. (2) Peserta didik lebih bisa fokus terhadap pembelajaran karena bisa melihat serta mendengarkan penjelasan dari video (3) Pembelajaran menjadi lebih aktif dan menarik, dan materi lebih mudah dipahami oleh peserta didik. Manfaat penelitian ini tidak lah lain sebagai pembuka ghirah pendidik agar senantiasa dapat menyesuaikan pengajaran dengan berkembangan dan tuntutan kebutuhan zaman.</p> <p> </p>Parulian SibueaAnanda Sholih NasutionDwi Nur LuthfiahElma ZaharaJumi Laila Nurzannah HasibuanKhaidah Try Apnisyah SitorusSiti Nurjannah Gultom
Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas
2026-09-072026-09-0791HAKIKAT DAN ETIKA IPTEK DALAM PRESFEKTIF ISLAM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/26341
<p>Jurnal ini menggali hakikat dan etika ilmu pengetahuan dan teknologi dari perspektif Islam. Menyelidiki konsep-konsep dasar dalam Al-Quran dan Hadis, kami membahas bagaimana Islam mendorong pencarian pengetahuan yang bermanfaat dan teknologi yang beretika. Fokus utama adalah pada prinsip-prinsip keadilan, keberlanjutan, dan tanggung jawab sosial dalam pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan. Melalui analisis terhadap nilai-nilai Islam, jurnal ini bertujuan merangkum pandangan holistik terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mempromosikan kesejahteraan umat manusia dan lingkungan.</p>Laila KhairunnidaWaang SubangkitM Rifki
Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas
2026-09-072026-09-0791 Penggunaan Media Youtube Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Fikih Di MAN Padusunan Pariaman
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/26296
<p><em>Penelitian Ini Membahas Tentang Penggunaan Media Video Youtube Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Fikih Di MAN Padusunan Pariaman. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran fikih. Hal itu terjadi karena siswa mengganggap penyampaian materi pelajaran fikih kurang menarik. Dalam pembelajaran fikih guru menjelaskan materi dengan metode Tanya jawab tanpa menggunakan media pembelajaran. Oleh karena itu guru seharusnya memberikan pembelajaran dengan melibatkan penggunaan media seperti media youtube. Dengan penggunaan media youtube dapat meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media video youtube dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran fikih di MAN Padusunan, dan untuk mengetahui kendala dalam penggunaan media video youtube dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran fikih di MAN Padusunan. Penelitian ini merupakan penelitian field research (Penelitian Lapangan) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah penggunaan media sosial youtube dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran fikih sudah cukup baik. Hal itu dapat dilihat dari guru sudah memanfaatkan penggunaan media video youtube ketika melaksanankan pembelajaran dikelas. Beberapa kendala yang ditemui ketika penggunaan media video youtube dalam pembelajaran fikih dikelas seperti keterbatasan pengunaan youtube dalam proses pembelajaran, pengelolaan kelas dan keterbatasan waktu dalam proses belajar mengajar karena untuk mata pelajaran fikih hanya diajarkan sekali seminggu. Kendala-kendala yang terjadi dalam pembelajaran fikih sudah dilakukan upaya untuk mengatasinya sehingga pembelajaran fikih berlangsung dengan baik.</em></p>RahmitaMuhammad Kosim
Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas
2026-09-072026-09-0791PEMAHAMAN MAKNA DAN RELAVANSI AYAT-AYAT PENDIDIKAN DALAM PRESPEKTIF TAFSIR TARBAWI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/26336
<p>Kajian ini berfokus pada pemahaman makna ayat-ayat pendidikan dan relevansinya dari sudut pandang tafsir tarbawi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa dalam interpretasi dan nilai ayat-ayat pendidikan Al-Qur'an ketika dilihat melalui lensa tafsir tarbawi. Metode penelitian ini melibatkan analisis teks Al-Qur'an menggunakan pendekatan tafsir tarbawi, serta tinjauan literatur untuk mendapatkan pemahaman tentang konteks historis dan perspektif tokoh-tokoh tafsir tarbawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir tarbawi tidak hanya memberikan pemahaman teks secara literal, tetapi juga mengaitkannya dengan dunia pendidikan saat ini. Pemahaman yang lebih baik tentang tujuan pendidikan Islam yang menyeluruh dapat dicapai melalui pemahaman yang lebih luas tentang prinsip-prinsip yang diajarkan dalam pendidikan Islam melalui tafsir tarbawi. Upaya untuk memasukkan ajaran Islam ke dalam kurikulum pendidikan kontemporer menunjukkan relevansi ayat-ayat pendidikan dalam tafsir tarbawi. Tafsir tarbawi dapat membentuk karakter siswa dan memperkaya pembelajaran dengan nilai-nilai moral dan etika. Dengan memasukkan konsep-konsep tafsir tarbawi ke dalam strategi pembelajaran, pendidikan dapat menjadi cara untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki moralitas yang kuat yang sesuai dengan ajaran Islam.</p> <p> </p>Nurtiyas Maharani AgustinaAhmad Iqbal SubkhiAkmal Rizki Gunawan Hasibuan
Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas
2026-09-072026-09-0791PENERAPAN PROGRAM MERDEKA BELAJAR PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMP UNGGULAN PP AL-FURQON DRIYOREJO GRESIK
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/26289
<p>Penelitian ini membahas tentang penerapan program merdeka belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam membentuk kemandirian belajar peserta didik di SMP Unggulan PP Al-Furqon Driyorejo Gresik. Dari rumusan masalah penelitian: bagaimana program Merdeka Belajar ini di terapkan pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam, apa faktor pendukung dan penghambat penerapan program Merdeka Belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam membentuk kemandirian belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuatitatif yang sering disebut model penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan dalam kondisi alamiah, kemudian pendekatan yang dilakukan dengan memakai pendekatan pedagogik, lalu data tersebut dikumpul dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun instrumen sebagai suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena dalam penelitian dimana instrumen penelitian adalah peneliti itu sendiri. Kemudian menyusun pedoman wawancara yang berisi pertayaan, serta pedoman observasi dan beberapa dokumentasi yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Unggulan PP Al-Furqon Driyorejo Gresik telah menerapkan pembelajaran dan penilaian berdefensiasi sebagai perwujudan penerapan program merdeka belajar dan implementasi dari penerapan program merdeka belajar itu mampu membentuk kemandirian belajar peserta didik, menjadikan pembelajaran pendidikan Agama Islam lebih menyenangkan, berkwalitas dan bermakna, karena dengan penerapan merdeka belajar peserta didik memiliki kemampuan lebih percaya diri, tanggung jawab , inisiatif dan memiliki kedisiplinan yang baik. Kesimpulan dari penelitian ini pada penerapan program merdeka belajar pada pembelajaran pai dengan pembelajaran berdiferensiasi yang di mulai dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, lalu Tujuan pembelajaran didefenisikan dengan jelas, Pembelajaran berpihak pada peserta didik, kemudian kelas yang efektif dan penilaian berkelanjutan, sedangkan dalam pembentukan kemandirian belajar pada pembelajaran pendidikan agama islam dapat di lihat dari peserta didik yang memiliki sikap percaya diri, tanggung jawab,inisiatif, kedisiplinan.</p>M Faizal Jaelani SuciMufaizahLaila Badriyah
Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas
2026-09-072026-09-0791KOMPONEN ILMU PENGETAHUAN ONTOLOGI, EPISTIMOLOGI, AKSIOLOGI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/26316
<p>Ilmu pengetahuan (science) terdiri dari seperangkat pengetahuan yang digunakan untuk mencari, menemukan, dan meningkatkan pemahaman atas suatu masalah yang menjadi kajian dengan menggunakan seperangkat konsep dan teori, dan dengan menggunakan seperangkat metode ilmiah yang objektif, metodologis, sistematik, dan universal. Ilmu pengetahuan tidak dapat dipisahkan dari dasar-dasar kosmologi, epistemologi dan aksiolog.Tulisan ini membahas mengenai Komponen ilmu pengetahuan ontologi, epistimologi, dan aksiologi dalam kehidupan sehari hari. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian library research, juga dikenal sebagai penelitian kepustakaan, adalah pendekatan yang bergantung pada pengumpulan informasi dari berbagai sumber literatur yang relevan dan tersedia dalam bentuk tulisan, seperti buku, jurnal, artikel, tesis, dan sumber-sumber elektronik. Metode ini digunakan untuk menggali pengetahuan yang sudah ada tentang topik tertentu, menganalisisnya, dan menyajikannya dalam konteks penelitian yang sedang dilakukan. Dari penelitian ini diharapakan pembaca dapat memahami hakikat ilmu pengetahuan, mengenai Konsep ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari hari ditinjau dari ontologi, epistimologi, aksiologi. sehingga pembaca dalam kehidupan sehari-harinya dapat termotivasi untuk terus berproses dalam mencari ilmu pengetahuan dengan berbagai metode dan konsep-konsep, baik melalui proses pendidikan maupun melalui pengalaman.</p>Inten SyakirohMuchamad Rifki
Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas
2026-09-072026-09-0791PEMAHAMAN DAN PENGETAHUAN ILMU SHOROF DAN NAHWU PADA MAHASISWA
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/26274
<p>Bahasa Arab adalah bahasa yang semit yang sudah banyak digunakan di dunia ini, karena Bahasa Arab itu sendiri sudah di akui oleh UNESCO dan PBB sebagai salah satu bahasa internasional yang ke-2 setelah Bahasa Inggris. Dengan di tetapkannya Bahasa Arab menjadi bahasa internasonal mendorong kita untuk mempelajarinya dan timbulnya rasa ketertarikan pada diri kita terhadap Bahasa Arab tersebut sehingga untuk mempelajarinya sebagai salah satu jalan untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang berbeda negara atau berbeda negara. Berbahasa juga merupakan kebudayaan yang harus kita ikuti setiap perkembangannya, di mulai dari cara pelafalan setiap kata-kata yang ada di bahasa itu sendiri dan karakteristik dari bahasa itu sendiri. Kepopuleran Bahasa Arab ini sudah sangat kuat dan di minati oleh warga asing dari luar Negeri Arab itu sendiri dan banyak dari kalangan masyarakat luar negeri tersebut yang sudah mahir dan fasih dalam berbahasa Arab itu sendiri, dan memang sudah keharusan bagi setiap orang untuk mempelajari dan memahami bahasa-bahasa asing yang sudah di tetapkan sebagai bahasa internasional, sehingga dapat melakukan komunikasi dengan mudah dan lebih memahami apa yang di bicarakan. Sehingga bahasa-bahasa internasional ini adalah bahasa yang wajib di pelajari oleh setiap kalangan manusia sebagai alat komunikasi yang lebih efisien.</p> <p> </p>Novelin IngridIrsan Mawardi SofyanAisyah Nur Izzah
Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas
2026-09-072026-09-0791IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS SAINTIFIK DI SDIT AL BANNA NATAR LAMPUNG SELATAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/26300
<p>Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Pendekatan Saintifik di SDIT Al Banna Natar Lampung Selatan. Latar belakang penelitian ini adalah berawal untuk meningkatkan kualitas pendidik dalam pembelajaran PAI karena pembelajaran pada hakikatnya terkait interkasi antar guru dan peserta didik. Interaksi yang baik dapat digambarkan dengan adanya suatu keadaan dimana guru dapat membuat peserta didik dengan mudah, menyenangkan dan bermakna. Dalam kenyataannya guru menjelaskan materi PAI sebatas kira-kira tanpa menunjukkan fakta yang ada, selain itu guru yang dominan dalam pembelajaran dan peserta didik hanya mendengarkan penjelasan dari guru. Pembelajaran saintifik merupakan proses ilmiah, karena itu peserta didik dapat aktif dalam pembelajaran dan menemukan konsep serta prinsip pembelajaran. Sehingga pembelajaran berubah dari guru yang mendominasi pembelajaran menjadi peserta didik yang aktif dalam pembelajaran. Adapun pokok permasalahan yang akan diteliti adalah: Apakah Implemantasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Saintifik di SDIT Al Banna Natar Lampung Selatan sudah diterapkan dengan baik dan benar? Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk menggambarkan realitas sosial dengan menerapkan berbagai teori dan konsep-konsep yang telah dikembangkan. Metode pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan metode analisisnya terdiri dari tiga langkah yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkana: 1). Dalam pembelajaran PAI menunjukkan guru telah melaksanakan proses pembelajaran melalui langkah-langkah saintifik dengan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan meng-komunikasikan, 2). Hasil implementasi pembelajaran pendidikan agama islam berbasis pendekatan saintifik dapat membuat peserta didik antusias dalam mengikuti pembelajaran PAI, rasa ingin tahunya berkembang aktif, berpusat pada peserta didik, dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi peserta didik.</p>Jaya Sentausa
Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas
2026-09-072026-09-0791KONSEP JODOH MENURUT AL-QURTHUBI DALAM TAFSIR AL-JAMI’ LI AHKAMI AL-QUR’AN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/26250
<p>Jodoh merupakan kecocokan pasangan, keserasian dan kesesuaian antara Laki-laki dan perempuan. karena eksitensi keduanya adalah saling membutuhkan dan saling melengkapi, terkadang sering kita temui dalam kehidupan masyarakat laki-laki yang baik mendapatkan perempuan yang tidak baik dan sebaliknya Perempuan yang baik mendapatkan laki-laki yang tidak baik seperti yg dijelaskan pada Qs. an-Nur ayat 26 dan Qs. al-Tahrim ayat 10 dan 11. Untuk itu tulisan ini bertujuan memberikan catatan kritis atas pemikiran al-Qurthubi terhadap al-Qur’an dengang` tinjauan dari kitab Tafsir al-Jami’ Li Ahkami al-Qur’an. Kajian ini merupakan penelitian pustaka, yaitu dengan menelusuri terhadap karya al-Qurthubi baik dari sumber primer maupun sekunder.</p> <p> </p>Azen Pranandi
Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas
2026-09-072026-09-0791HAKIKAT PENGETAHUAN DALAM PRESPEKTIF ISLAM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/26418
<p>Pengetahuan merupakan segala sesuatu yang diketahui oleh manusia. Terdapat prespektif yang berbeda mengenai pengertian pengetahuan, yang diajukan oleh para filsuf dari Barat maupun Timur. Secara umum, ilmuwan Barat berpendapat bahwa pengetahuan terbatas pada hal yang dapat dibuktikan dengan pengamatan pancaindera (rasional). Berbeda dengan ilmuwan Muslim di Timur berpendapat bahwa pengetahuan tidak terbatas pada hal yang dapat diamati oleh indera saja, melainkan mencakup hal-hal yang tidak dijangkau oleh pancaindera, tetapi dapat dijelaskan melalui intuisi (abstrak-supra natural). Untuk mendapatkan pengetahuan melalui intuisi maka diperlukan cara memperoleh pengetahuan (epsitemologi) yang bersumber dari Islam. Al-Jabiri mengungkapkan 3 (tiga) pendekatan epistemologi berumber dari Islam, yaitu Epistemologi Bayani, Epistemologi Burhani dan Epistemologi Irfani.</p>Abdu ManafKusnawanM Rifki
Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas
2026-09-072026-09-0791 PENGARUH PENERAPAN METODE AMTSILATI TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN KITAB KUNING SANTRI DI PONDOK PESANTREN AT-TAHRIRIYAH MODUNG BANGKALAN
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/26298
<p>Proses pembelajaran di pondok pesantren identik dengan menggunakan kitab kuning. Kitab kuning merupakan sebuah kitab yang bertuliskan Arab tanpa harokat, yang di dalamnya mempelajari mengenai Ilmu Fikih, Aqidah, Tajwid, Bahasa Arab, Nahwu dan Sharaf. Kemudian untuk bisa mempelajari memahami isi dari sebuah kitab tersebut, maka diperlukan sebuah proses pembelajaran. Salah satu proses pembelajaran yang bisa dilakukan yaitu dengan pembelajaran Amtsilati. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Untuk mengetahui penerapan metode Amtsilati di PP At-Tahririyah Modung Bangkalan. (2) Untuk mengetahui tingkat pemahaman kitab kuning santri di PP At-Tahririyah Modung Bangkalan. (3) Untuk mengetahui pengaruh penerapan metode Amtsilati terhadap tingkat pemahaman kitab kuning santri di PP At-Tahririyah Modung Bangkalan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah santri kelas II Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha dan ustadz yang mengajar di metode Amtsilati di PP At-Tahririyah Modung Bangkalan yang populasinya berjumlah 48 santri dan 5 ustadz dan teknik sampel menggunakan sampling jenuh, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data yaitu instrumen angket. Untuk instrumen angket dianalisis secara statistik menggunakan program SPSS Statistics Version 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Penerapan metode Amtsilati santri kelas II Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha di PP At-Tahririyah Modung Bangkalan masuk dalam kategori sangat baik, hal ini dibuktikan dari perhitungan skor total 84,65% dalam 53 responden dengan kriteria persentase skor 84,01% - 100. (2) Tingkat pemahaman kitab kuning santri kelas II Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha di PP At-Tahririyah Modung Bangkalan masuk dalam kategori cukup baik, hal ini dibuktikan dari perhitungan skor total 64,72% dalam 53 responden dengan kriteria persentase skor 52,01% - 68,00%. (3) Ada pengaruh yang signifikan antara penerapan metode Amtsilati terhadap tingkat pemahaman kitab kuning santri kelas II Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha di PP At-Tahririyah Modung Bangkalan. Hal ini dibuktikan dengan diperoleh nilai t hitung sebesar 3,391 > 2,008 (t tabel) dan nilai sig penerapan metode Amtsilati sebesar 0,001 yang mana 0,001 < 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti penerapan metode Amtsilati secara parsial berpengaruh positif dan signifikansi terhadap tingkat pemahaman kitab kuning santri kelas II Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha di PP At-Tahririyah Modung Bangkalan.</p>Umar FarokMufaizahLaila Badriyah
Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas
2026-09-072026-09-0791MISTIK DALAM PANDANGAN ISLAM DAN YAHUDI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/26337
<p>Dalam konteks Islam, tasawuf menjadi fondasi bagi pencarian makna kehidupan spiritual dan mencapai kesatuan dengan Tuhan. Sementara itu, dalam tradisi Yahudi, Kabbalah menjadi jalan menuju pemahaman terhadap misteri-misteri Ilahi dan eksplorasi hubungan manusia dengan hakikat Ilahi. Mistisisme dalam Islam dikenal sebagai tasawuf, sedangkan dalam lingkup orientalis Barat, istilah yang digunakan adalah sufisme, yang merujuk secara khusus pada mistisisme dalam konteks agama Islam. Istilah sufisme tidak digunakan untuk merujuk pada mistisisme yang ada dalam agama-agama lain. Mistisisme atau tasawuf bertujuan untuk mencapai hubungan langsung yang disadari dengan Tuhan, sehingga seseorang dapat benar-benar menyadari kehadiran Tuhan. Mistisisme Yahudi yang otentik merupakan bagian integral dari Taurat, dan Taurat menentukan apa yang dimaksud dengan mistisisme Yahudi yang otentik. Istilah umum untuk mistisisme Yahudi adalah Kabbalah. Makna dari kata "Kabbalah" adalah "tradisi lisan." Definisi ini ditemukan dalam berbagai ensiklopedia dan kamus, yang menggambarkannya sebagai suatu aliran mistik dalam agama Yahudi yang dipahami oleh sejumlah kecil orang. Menurut pandangan ini, Kabbalah mengkaji makna tersembunyi dari Taurat dan naskah-naskah agama Yahudi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi Pustaka, dengan mengunakan metode Analisis terhadap data-data dari buku-buku atau tulis-tulisan terkait</p>Tasya AnnisaDahlia LubisAgustiandaMiftahul JannahAli Pajar
Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas
2026-09-072026-09-0791REAKTUALISASI PERENCANAAN PENILAIAN HASIL BELAJAR DI SDI AL WATHANIYAH 43 JAKARTA PUSAT
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/26295
<p><em>Proses dari hasil nilai ada tahap-tahap bertemunya dari sebuah perencanaan dan penilaian yang kemudian menghasilkan sebuah kegiatan atau proses belajar itu sendiri, tujuan dan manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengertian, tujuan dan manfaat perencanaan itu sendiri dan untuk mengetahui pengertian dan aspek-aspek dari penilaian hasil, pembelajaran dan karakter di SDI Al Wathaniyah 43 Jakarta Utara, metode penelitian pada penelitian ini kualitatif desktiptif dengan pendekatan studi kepustakaan, hasil dari penelitian ini adalah Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SDI Al Wathaniyah 43 Jakarta, yang mengajar mata pelajaran Pai, menggunakan Teman sabaya dan Jigshow dalam proses pembelajaran mereka.</em></p>Nadia YusufMaria Ulfah
Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas
2026-09-072026-09-0791FIGUR PESERTA DIDIK IDEAL DALAM KONTEKS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: NILAI, ETIKA, DAN KARAKTER ISLAMI
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/26327
<p>Pendidikan agama Islam memegang peranan sentral dalam membentuk karakter dan moral peserta didik. Penelitian ini menjelajahi konsep figur peserta didik ideal dengan fokus pada nilai, etika, dan karakter Islami dalam konteks pendidikan agama Islam. Pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai Islam, prinsip etika, dan pembentukan karakter Islami menjadi pusat perhatian untuk menciptakan peserta didik yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga bermoral tinggi.Melalui kajian literatur dan analisis konseptual, artikel ini membahas keterkaitan erat antara nilai-nilai Islam, etika, dan karakter dalam membentuk figur peserta didik yang ideal. Nilai-nilai seperti taqwa, ihsan, adil, dan rahmah menjadi dasar untuk mengarahkan peserta didik ke jalur moral yang benar. Etika Islam menjadi landasan untuk membentuk tanggung jawab sosial dan hubungan antar individu. Sementara itu, pembentukan karakter Islami menekankan pada pengembangan kepribadian yang kuat, mencakup aspek-aspek seperti sabar, tawakal, dan amanah.Tantangan dalam penerapan nilai, etika, dan karakter Islami juga dibahas, termasuk pengaruh lingkungan dan dinamika sosial. Dalam konteks ini, artikel ini menawarkan saran-saran untuk meningkatkan sistem pendidikan, memperbarui kurikulum, dan melibatkan pemangku kepentingan secara aktif.Kesimpulan artikel ini menegaskan bahwa integrasi nilai-nilai Islam, etika, dan karakter Islami menjadi kunci sukses dalam membentuk peserta didik yang ideal dalam pendidikan agama Islam. Diharapkan, pemahaman mendalam terhadap konsep ini akan memberikan pandangan yang lebih jelas dan solutif terhadap tantangan pembentukan karakter peserta didik dalam konteks pendidikan agama Islam.</p>Irma Nur AlfiyahMichael CharenSyafa RadityaAkmal Rizki Gunawan Hsb
Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas
2026-09-072026-09-0791AL-QUR’AN SEBAGAI SUMBER PERTAMA DOKTRIN (AJARAN) ISLAM
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/26282
<p>Islam sebagai identitas agama yang di sahkan oleh Allah SWT pasti mempunyai sumber ajaran yang lengkap mengenai berbagai hal di kehidupan. Al-Qur’an adalah kitab umat Islam yang diberikan kepada Nabi Muhammad saw dan Malaikat Jibril sebagai perantaranya. Al-Qur’an diturunkan berangsur-angsur sesuai dengan kondisi yang tidak menentu sebagai sumber ajaran umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk lebih mengetahui secara dalam tentang al-Qur’an dalam segi sejarah singkat pendokumentasian al-Qur’an, mukjizat yang menjadi bukti kebenaran al-Qur’an, dan apa komitmen muslim pada al-Qur’an. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan yang dilaksanakan dengan menggunakan literatur buku. Hasil penelitian diharapkan berguna bagi pembaca untuk meningkatkan iman kita kepada al-Qur’an yang selama ini menjadi pedoman hidup muslim.</p>Heni Ani NuraeniRizka Syawal Nur FadillaMohammad Abdillah Athar
Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas
2026-09-072026-09-0791ANALISIS EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/26301
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode pembelajaran berbasis teknologi dalam konteks Pendidikan Agama Islam di sekolah menengah. Menggunakan pendekatan campuran, kami melakukan survei terhadap siswa-siswa dari beberapa sekolah, mengumpulkan data kuantitatif melalui tes pemahaman materi dan data kualitatif melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi, dengan respons positif terhadap penggunaan platform pembelajaran digital. Implikasi dari penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran yang inovatif dan relevan dalam konteks pendidikan agama.</p>Heni Ani NuraeniAndara Najwa NurillahMuhammad Rafli Ryansyah
Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas
2026-09-072026-09-0791TINJAUAN ESENSI ZAKAT SEBAGAI PENDORONG KESADARAN SOSISAL PELAJAR BERBASIR BROSUR
https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/26258
<p>Salah satu prinsip utama Islam, zakat memainkan pengaruh signifikan dalam cara masyarakat menjalani kehidupan sosial dan ekonomi. Semangat zakat merasuk ke seluruh aspek kehidupan, termasuk bagaimana santri memandang dirinya hidup, dan tidak terbatas pada ranah ibadah saja. Bagi peserta didik, nilai karakter dan moral terbentuk pada tahap pendidikan di samping konstruksi intelektual. Ketika mempertimbangkan perspektif siswa mengenai kewajiban sosial dan keadilan ekonomi, zakat merupakan faktor penting. Siswa didorong untuk belajar bahwa hidup adalah lebih dari sekedar memperoleh pengetahuan ini juga tentang memenuhi kewajiban sosial Anda kepada orang lain melalui kewajiban membayar zakat. Menurut para santri, inti dari zakat bisa berupa sikap kasih sayang, persatuan, dan empati terhadap mereka yang membutuhkan. Membicarakan pendapat pelajar tentang zakat di era globalisasi dan modernisasi. Mereka menghadapi berbagai kendala dan godaan yang dapat mendorong mereka ke arah konsumerisme dan materialism. Metode penelitian analisis teks Al-Quran yang digunakan dalam penelitian ini sama dengan pendekatan eksegetis (interpretasi). Penulis memeriksa ayat-ayat dalam Al-Quran yang berbicara langsung tentang zakat dan juga ayat-ayat yang membahas gagasan Islam tentang memberi. Al-Quran dan sumber literatur lain yang relevan dengan topik zakat menjadi sumber data penelitian ini. Selain itu, penelitian ini mengacu pada penelitian-penelitian sebelumnya yang relevan serta pendapat para ulama Islam. Dengan mengumpulkan data atau informasi dari buku atau sumber lain, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Secara bahasa, zakat mempunyai arti rapi, berkembang (ziyada), dan terpuji. Zakat merupakan isu penting ketika pelajar mempertimbangkan kewajiban sosial dan keadilan ekonomi, Zakat tidak hanya merupakan bagian fundamental dari keimanan Islam, namun juga berfungsi sebagai alat penting dalam memajukan upaya membangun masyarakat yang lebih adil dan merata.</p> <p> </p>Radi Ahnaf PrayogiLulu ArianiNadia YusufArini Alfa MawaddahSyahrullah
Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas
2026-09-072026-09-0791