Perspektif Agama dan Identitas https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai id-ID Sat, 30 May 2026 18:10:18 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PEMIKIRAN KIAI WAHAB CHASBULLAH TENTANG PEMBARUAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/21532 <p>Penelitian ini mengkaji pemikiran Kiai Wahab Chasbullah tentang pembaruan pendidikan Islam di Indonesia dan menilai relevansinya dalam konteks pendidikan formal saat ini. Dalam latar belakangnya, dijelaskan bahwa Kiai Wahab Chasbullah merupakan tokoh pembaru yang mendorong modernisasi pendidikan Islam dengan tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana gagasan-gagasan beliau dapat membantu dalam mengembangkan sistem pendidikan Islam yang adaptif terhadap perubahan zaman serta mengidentifikasi kelebihan dan tantangannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Kiai Wahab efektif dalam mendorong integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum serta membentuk karakter moderat pada peserta didik, meskipun masih terdapat tantangan dalam implementasinya secara menyeluruh. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pemikiran Kiai Wahab secara berkelanjutan dan penggabungan dengan strategi pendidikan kontemporer untuk memperkuat kualitas pendidikan Islam di Indonesia.</p> <p><em>This study examines the thoughts of Kiai Wahab Chasbullah on the reform of Islamic education in Indonesia and evaluates their relevance within the context of formal education today. The background highlights that Kiai Wahab Chasbullah was a reformist figure who promoted the modernization of Islamic education while maintaining traditional values. The objective of this study is to assess the extent to which his ideas contribute to the development of an adaptive Islamic education system in response to changing times, as well as to identify their strengths and challenges. The findings indicate that Kiai Wahab’s educational thoughts are effective in encouraging the integration of religious and secular knowledge, and in shaping students with moderate character, although full implementation still faces several challenges. This study recommends the continuous application of Kiai Wahab’s ideas and their integration with contemporary educational strategies to enhance the quality of Islamic education in Indonesia.</em></p> <h2>&nbsp;</h2> Moh. Khairul Azizi, Tohirin Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/21532 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS KARAKTERISTIK, RUANG LINGKUP, DAN KEDALAMAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MADRASAH IBTIDAIYAH https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/22085 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ciri-ciri, ruang lingkup, dan kedalaman materi Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan studi literatur dari dokumen kurikulum, buku pelajaran, jurnal ilmiah, dan peraturan yang terkait. Data dikumpulkan melalui analisis isi, sementara analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang meliputi pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasilnya menunjukkan bahwa materi tersebut memiliki ciri-ciri yang sesuai dengan perkembangan peserta didik, seperti bersifat nyata, sederhana, dan kontekstual, serta menekankan kebiasaan dan praktik dalam kehidupan sehari-hari. Ruang lingkup materi mencakup Al-Qur'an dan Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, dan Sejarah Kebudayaan Islam yang terintegrasi guna membangun pemahaman keagamaan secara menyeluruh. Kedalaman materi masih bersifat dasar, dengan fokus pada pengenalan konsep dan pembentukan sikap religius. Dengan demikian, materi Pendidikan Agama Islam berperan sebagai dasar awal dalam membangun karakter dan pemahaman keagamaan peserta didik.</p> <p><em>This study aims to analyze the characteristics, scope, and depth of Islamic Religious Education material in elementary schools. The approach used is qualitative, with a literature review of curriculum documents, textbooks, scientific journals, and related regulations. Data were collected through content analysis, while data analysis was conducted using an interactive model that includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the material has characteristics that align with students' development, such as being tangible, simple, and contextual, as well as emphasizing habits and practices in daily life. The scope of the material includes the Qur'an and Hadith, Aqidah Akhlak, Fiqh, and Islamic Cultural History, integrated to build a comprehensive religious understanding. The depth of the material remains basic, focusing on introducing concepts and shaping religious attitudes. Thus, Islamic Religious Education material serves as an initial foundation in developing students' character and religious understanding. </em></p> Ardita Aulia Fadillah, Maya Safarina, Siti Noor Faridah, Sandra Dewi Fitriani, Ali Iskandar Zulkarnain Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/22085 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 ANALYSIS OF THE MARRIAGE GUARDIAN RIGHTS FOR CHILDREN BORN FROM UNREGISTERED MARRIAGES FROM THE PERSPECTIVES OF ISLAMIC LAW AND POSITIVE LAW: (A CASE STUDY IN PANGTONGGAL VILLAGE, PROPPO DISTRICT, PAMEKASAN REGENCY) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/21702 <p><em>Unregistered (siri) marriages, which remain prevalent in society, give rise to various legal issues, particularly concerning the rights of a marriage guardian (wali nikah) for children born from such unions. The differing perspectives between Islamic law and positive law in Indonesia regarding the status of the biological father as a marriage guardian create a complex issue, especially in practical implementation within society. This study aims to analyze the rights of a marriage guardian for children born from unregistered marriages from the perspectives of Islamic law and positive law, as well as to examine its implementation in Pangtonggal Village, Proppo District, Pamekasan Regency.This research employs a normative-empirical method, which examines applicable legal provisions based on Islamic legal norms and statutory regulations, and connects them with empirical facts found in the field. Data were collected through interviews with community leaders, village officials, and related parties, supported by a literature review of relevant legal sources. The results indicate that, from the perspective of Islamic law, children born from unregistered marriages still have a lineage (nasab) relationship with their biological father as long as the marriage fulfills the pillars and conditions, thus granting the father the right to act as a marriage guardian. Meanwhile, under positive law, children from unregistered marriages are administratively recognized as having civil relations only with their mother and the mother's family. Consequently, the biological father cannot automatically act as a marriage guardian without formal acknowledgment or a court determination. This difference creates legal and social implications in the practice of marriage within society.This study is expected to contribute to the development of Islamic family law and serve as a consideration for society and relevant authorities in addressing issues related to marriage guardianship for children born from unregistered marriages.</em></p> Anita, Mujiburrohman Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/21702 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 PERSPEKTIF AL-QUR’AN TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGHADAPI PERKEMBANGAN SAINS DAN TEKNOLOGI https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/22355 <p><strong>: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai filosofis dan pedagogis dalam Al-Qur’an yang relevan dengan pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI)&nbsp; sains dan teknologi. Tantangan modernitas sering kali memicu dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, yang jika tidak dijembatani, dapat menyebabkan krisis identitas moral bagi generasi Muslim.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), menggunakan metode tafsir tematik (maudhu’i) terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ’ilm, ’aql, dan fenomena alam.&nbsp; Menganalisis prinsip-prinsip dasar dalam Al-Qur’an yang menjadi landasan integrasi antara ilmu pengetahuan dan keimanan. Adapun tujuan penelitian Adalah Mengidentifikasi arah transformasi kurikulum dan metode pengajaran Pendidikan Agama Islam agar tetap relevan dengan kemajuan sains dan teknologi. Merumuskan kerangka etika Qur’ani sebagai panduan bagi pendidik dan peserta didik dalam memanfatkan teknologi modern.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Al-Qur’an tidak memisahkan antara sains dan agama; sebaliknya, ayat-ayat kauniyah (alam semesta) merupakan manifestasi dari kekuasaan Allah yang menuntut pendekatan saintifik untuk memahaminya. Pendidikan Agama Islam harus bertransformasi dari model pembelajaran tekstual-dogmatis menuju model kontekstual-integratif. Dalam perspektif Al-Qur’an, sains dan teknologi adalah instrumen untuk menjalankan peran manusia sebagai khalifah fil ardh (wakil Tuhan di bumi). Etika (Akhlak) sebagai Kendali: Al-Qur’an memposisikan akhlak sebagai kompas bagi pengembangan teknologi agar tetap berorientasi pada kemaslahatan (mashlahah) dan bukan perusakan lingkungan atau degradasi kemanusiaan</p> Sukring Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/22355 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000 LAVENDER MARRIAGE FROM THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW AND POSITIVE LAW: A COMPARATIVE STUDY ON THE VALIDITY AND OBJECTIVES OF MARRIAGE https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/21731 <p>Penelitian ini mengkaji diskursus lavender marriage dalam perspektif hukum islam dan hukum positif di Indonesia, khususnya terkait keabsahan dan tujuan perkawinan. Kajian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara keabsahan formal perkawinan dan realitas sosial yang menunjukkan praktik perkawinan tanpa dasar hubungan yang autentik. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif dengan metode kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara formal, lavender marriage dapat dinyatakan sah apabila memenuhi rukun dan syarat perkawinan. Namun secara substantif, praktik ini berpotensi bertentangan dengan tujuan perkawinan, terutama dalam aspek kejujuran dan keharmonisan. Dalam hukum Islam, praktik ini dapat dikategorikan sebagai tadlīs yang dapat menjadi alasan fasakh, sedangkan dalam hukum positif dapat menjadi dasar pembatalan perkawinan karena cacat kehendak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lavender marriage sah secara formal tetapi bermasalah secara substantif.</p> <p><em>This study examines the discourse of lavender marriage from the perspectives of Islamic law and Indonesian positive law, focusing on the validity and objectives of marriage. The study is motivated by the gap between formal legality and social reality, where marriage may lack an authentic relational basis. This research employs a normative legal approach with qualitative methods through library research. The results show that formally, lavender marriage may be considered valid if it fulfills legal requirements. However, substantively, it contradicts the objectives of marriage, particularly in terms of honesty and harmony. In Islamic law, it may be categorized as tadl</em><em>ī</em><em>s (fraud), while in positive law it may constitute grounds for annulment due to defect of consent. This study concludes that lavender marriage is formally valid but substantively problematic.</em></p> Jamilatus Sholehah Hak Cipta (c) 2026 Perspektif Agama dan Identitas https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pai/article/view/21731 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0000