HUBUNGAN KEMATANGAN EMOSIONAL DENGAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA SUAMI GENERASI Z YANG BEKERJA DI PTPN IV KEBUN TAMORA
Kata Kunci:
Kematangan Emosional, Kepuasan Pernikahan, Generasi Z, Suami, PTPN IV Kebun TamoraAbstrak
This study aims to examine the relationship between emotional maturity and marital satisfaction among Generation Z husbands working at PTPN IV Tamora Plantation. The research involved 218 married male participants born between 1995 and 2003. Using a quantitative correlational approach and an accidental sampling technique, data were collected through two standardized instruments: the Emotional Maturity Scale (EMS) by Singh and Bhargava (1990) and the ENRICH Marital Satisfaction Scale (EMSS) by Olson and Flowers (1993). The results of the Spearman’s rho correlation test showed a significant positive relationship between emotional maturity and marital satisfaction (ρ = 0.471, p < 0.001). This indicates that the higher the level of emotional maturity, the higher the marital satisfaction experienced by Generation Z husbands. Emotional maturity contributed 22.2% to marital satisfaction, while the remaining 77.8% was influenced by other factors. These findings highlight the importance of emotional maturity in maintaining harmony and satisfaction in marriage, particularly among Generation Z individuals working in demanding environments such as palm oil plantations.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosional dengan kepuasan pernikahan pada suami generasi Z yang bekerja di PTPN IV Kebun Tamora. Penelitian ini melibatkan 218 partisipan laki-laki yang telah menikah dan lahir antara tahun 1995 hingga 2003. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional serta teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah Emotional Maturity Scale (EMS) yang dikembangkan oleh Singh dan Bhargava (1990) untuk mengukur kematangan emosional, serta ENRICH Marital Satisfaction Scale (EMSS) dari Olson dan Flowers (1993) untuk mengukur kepuasan pernikahan. Hasil uji korelasi Spearman’s rho menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kematangan emosional dan kepuasan pernikahan ρ = 0.471 (p < 0.001). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kematangan emosional, maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan pernikahan yang dirasakan. Kematangan emosional memberikan kontribusi sebesar 22,2% terhadap kepuasan pernikahan, sedangkan 77,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa kematangan emosional memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan dan kepuasan pernikahan, khususnya pada suami generasi Z yang bekerja di lingkungan kerja dengan tuntutan tinggi seperti perkebunan sawit.



