HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DAN SOCIAL LOAFING PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS
Kata Kunci:
Self-Efficacy, Social Loafing, Siswa SMA, Kerja KelompokAbstrak
This study aimed to examine the relationship between self-efficacy and social loafing among senior high school students. A quantitative correlational design was employed in this research. The participants consisted of 388 senior high school students from various schools in Indonesia, selected using accidental sampling. Data were collected through online questionnaires using the General Self-Efficacy Scale-12 (GSES-12) and a modified social loafing scale based on George’s theory. Data analysis was conducted using Spearman Rank Order Correlation. The results indicated a significant relationship between self-efficacy and social loafing, with a correlation coefficient of 0.642 (p < 0.01), indicating a strong and positive relationship. This finding suggests that higher self-efficacy is associated with higher levels of social loafing in group work, which contradicts the initial hypothesis proposing a negative relationship. The findings imply that collaborative learning should be supported by clear role distribution and individual assessment to reduce social loafing among senior high school students.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dan social loafing pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 388 siswa SMA dari berbagai sekolah di Indonesia yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan General Self-Efficacy Scale-12 (GSES-12) dan skala social loafing yang dimodifikasi berdasarkan teori George. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank Order Correlation. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self-efficacy dan social loafing dengan koefisien korelasi sebesar 0,642 (p < 0,01) yang berada pada kategori kuat dan bersifat positif. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-efficacy siswa, semakin tinggi pula kecenderungan social loafing dalam kerja kelompok. Hasil ini tidak sesuai dengan hipotesis awal yang menyatakan adanya hubungan negatif. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pembelajaran kolaboratif yang disertai dengan pembagian peran dan evaluasi kontribusi individu untuk mengurangi social loafing pada siswa SMA.




