HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN PERNIKAHAN DENGAN COUPLE BURNOUT PADA PEREMPUAN YANG BEKERJA

Penulis

  • Ravika Andinta Dwi Lestari Universitas Kristen Satya Wacana
  • Ratriana Yuliastuti Endang Kusumiati Universitas Kristen Satya Wacana

Kata Kunci:

Kepuasan Pernikahan, Couple Burnout, Perempuan Bekerja

Abstrak

Working women face demands from their jobs and families that can affect the quality of their marriages and increase the risk of couple burnout. Marital satisfaction is thought to be one of the factors related to this condition. This study aims to determine the relationship between marital satisfaction and couple burnout among working women. The study uses a quantitative approach with a correlational method. The respondents consisted of 100 working women who had been married for at least 5 years and had at least one child, using snowball sampling technique. Data collection used the ENRICH: Marital Satisfaction Scale developed by Fowers & Olson in 1989 with a reliability of 0.94 and the Couple Burnout Measure developed by Pines in 1996 with a reliability of 0.96. Data analysis using Pearson Product Moment correlation showed a significant negative relationship between marital satisfaction and couple burnout (r = -0.356; p = 0.000), which means that the higher the marital satisfaction, the lower the couple burnout. This study is expected to contribute theoretically to the field of psychology and serve as a consideration in efforts to improve the quality of marital relationships among working women.

Perempuan yang bekerja menghadapi tuntutan peran pekerjaan dan keluarga yang dapat memengaruhi kualitas hubungan pernikahan serta meningkatkan risiko couple burnout. Kepuasan pernikahan diduga menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan pernikahan dengan couple burnout pada perempuan yang bekerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Responden berjumlah 100 perempuan yang bekerja, telah menikah minimal 5 tahun, dan memiliki setidaknya satu orang anak, dengan teknik snowball sampling. Pengumpulan data menggunakan ENRICH: Marital Satisfaction Scale yang dikembangkan oleh Fowers & Olson pada tahun 1989 dengan reliabilitas sebesar 0.94 dan Couple Burnout Measure yang dikembangkan oleh Pines pada tahun 1996 yang memiliki reliabilitas 0.96. Analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kepuasan pernikahan dan couple burnout (r = -0,356; p = 0,000), yang berarti semakin tinggi kepuasan pernikahan maka semakin rendah couple burnout. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam bidang psikologi serta menjadi bahan pertimbangan dalam upaya meningkatkan kualitas hubungan pernikahan pada perempuan yang bekerja.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29