HUBUNGAN ANTARA INTIMACY TERHADAP MARITAL SATISFACTION PADA PASANGAN EMPTY NEST
Kata Kunci:
Intimacy, Marital Satisfaction, Empty Nest, Pasangan Suami IstriAbstrak
Fase empty nest merupakan masa transisi dalam kehidupan keluarga ketika anak-anak telah hidup mandiri dan tidak lagi tinggal bersama orang tua, sehingga pasangan suami istri kembali berfokus pada hubungan pernikahan mereka. Kondisi ini menuntut penyesuaian relasional yang dapat memengaruhi tingkat kepuasan pernikahan. Salah satu faktor yang diperkirakan berperan penting dalam menjaga kepuasan pernikahan pada fase ini adalah intimacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intimacy dan marital satisfaction pada pasangan empty nest. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 100 orang dengan rentang usia 44-63 tahun yang diperoleh melalui teknik snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Personal Assessment of Intimacy in Relationship (PAIR) dan ENRICH Marital Satisfaction Scale. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s rho yang menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara intimacy dan marital satisfaction dengan nilai koefisien sebesar r = 0,553 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menujukkan bahwa semakin tingkat intimacy yang dimiliki pasangan empty nest, semakin tinggi pula tingkat kepuasan pernikahan yang dirasakan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan intimacy dalam menjaga kualitas dan kepuasan hubungan pernikahan pada pasangan yang berada dalam fase empty nest.
Students face various academic demands during their studies that require confidence in their abilities. One factor that is thought to play a role in shaping this confidence is a growth mindset. This study aims to determine the relationship between growth mindset and academic self-efficacy among undergraduate students enrolled in 2022 in Central Java. This study uses a quantitative approach with a correlational research design. The research subjects consisted of 112 students. The research instruments were the Growth Mindset Scale to measure growth mindset and the Academic Self-Efficacy to measure academic self-efficacy. Data analysis was performed using Spearman’s rho correlation because the data were not normally distributed. The results showed a significant positive relationship between growth mindset and academic self-efficacy (r = 0,373; p < 0,01). These findings indicate that students with a higher growth mindset tend to have better self-efficacy.




