RESILIENSI PSIKOLOGIS DAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING KARYAWAN DI PT KIYOKUNI INDONESIA BEKASI

Penulis

  • Risya Alifiani Arifah Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga
  • Sutarto Wijono Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Kata Kunci:

Resiliensi, Psychological Well-Being, Karyawan, Kesehatan Mental

Abstrak

Psychological well-being merupakan aspek penting yang mendukung kesehatan mental dan kualitas kerja karyawan. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam meningkatkan psychological well-being adalah resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dan psychological well-being pada karyawan operator Stamping Press Produksi PT Kiyokuni Indonesia Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 123 karyawan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan Google Form. Resiliensi diukur menggunakan Resilience Scale (RS-25) yang dikembangkan oleh Wagnild dan Young (1993), sedangkan psychological well-being diukur menggunakan Psychological Well-Being Scale yang dikembangkan oleh Ryff (1989). Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal (p = 0,200), sedangkan uji linearitas menunjukkan hubungan linear antara kedua variabel (p = 0,000). Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara resiliensi dan psychological well-being (r = 0,497; p = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat resiliensi yang dimiliki karyawan, maka semakin tinggi pula psychological well-being yang dimiliki. Sebaliknya, rendahnya resiliensi diikuti oleh rendahnya psychological well-being. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa resiliensi merupakan faktor psikologis yang berperan penting dalam membantu karyawan menghadapi tekanan kerja dan mempertahankan kesejahteraan psikologis. Oleh karena itu, perusahaan perlu mendukung pengembangan resiliensi karyawan melalui berbagai program yang menunjang kesehatan mental dan kemampuan adaptasi kerja.

Psychological well-being is an important aspect that supports employees’ mental health and work quality. One factor that is assumed to contribute to psychological well-being is resilience. This study aimed to examine the relationship between resilience and psychological well-being among Stamping Press Production employees at PT Kiyokuni Indonesia Bekasi. A quantitative approach with a correlational design was employed. The participants consisted of 123 employees selected through purposive sampling. Data were collected online using Google Forms. Resilience was measured using the Resilience Scale (RS-25) developed by Wagnild and Young (1993), while psychological well-being was measured using the Psychological Well-Being Scale developed by Ryff (1989). Data were analyzed using Pearson Product-Moment Correlation with SPSS version 25. The normality test indicated that the data were normally distributed (p = 0.200), and the linearity test showed a linear relationship between the variables (p = 0.000). The results revealed a significant positive relationship between resilience and psychological well-being (r = 0.497; p = 0.000). These findings indicate that employees with higher resilience tend to have higher levels of psychological well-being. Conversely, lower resilience is associated with lower psychological well-being. The results suggest that resilience plays an important role in helping employees cope with work-related pressures and maintain psychological well-being. Therefore, organizations are encouraged to implement programs that strengthen employee resilience and support mental health in the workplace.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29