MEMBONGKAR "PENJARA INTELEKTUAL": MENGAPA LAYANAN ANAK BERBAKAT KITA MASIH TERTINGGAL?

Penulis

  • Nuri Fadlilah A'malina UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Kata Kunci:

Anak Berbakat, Cibi, Three Ring Conception, Dmgt, Layanan Pendidikan

Abstrak

Anak Cerdas Istimewa Bakat Istimewa (CIBI) di Indonesia sering kali mengalami underachievement akibat sistem pendidikan yang cenderung generalis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kondisi layanan pendidikan anak berbakat di Indonesia saat ini serta menawarkan solusi pengembangannya di masa depan. Dengan menggunakan metode kajian pustaka, artikel ini membedah realita lapangan melalui kacamata teori keberbakatan Three Ring Conception dari Joseph Renzulli dan Differentiated Model of Giftedness and Talent (DMGT) dari Françoys Gagné. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem identifikasi di Indonesia masih berat sebelah pada aspek intelektual (skor IQ/rapor) dan mengabaikan aspek kreativitas serta komitmen tugas. Selain itu, pendekatan one-size-fits-all memicu frustrasi akademik dan asinkroni perkembangan pada anak berbakat. Sebagai solusi, artikel ini merekomendasikan penerapan Differentiated Instruction berbasis Problem Based Learning (PBL), penguatan kolaborasi ekosistem antara sekolah dan orang tua, serta perluasan kebijakan manajemen talenta nasional yang didukung payung hukum yang kuat.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29