GAMBARAN RESILIENSI TERHADAP PEREMPUAN YANG MENGALAMI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT)

Penulis

  • Pia Xtepia Hutauruk Universitas HKBP Nommensen
  • Nancy Naomi Aritonang Universitas HKBP Nommensen

Kata Kunci:

Resiliensi, Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Perempuan, Fenomenologi, Spiritualitas

Abstrak

Domestic Violence (KDRT) is a serious and increasingly prevalent issue in Indonesia, inflicting profound physical and emotional impacts on women. Despite facing highly stressful situations, some female victims of domestic violence are able to survive, adapt, and continue their lives through a process of adaptation known as resilience. Therefore, this study aims to explore in depth the resilience profile of women experiencing Domestic Violence. This study employs a qualitative approach with a phenomenological method. The research subjects consisted of two female victims of domestic violence selected using the criterion sampling technique, supported by two supporting informants. Data collection was conducted through a triangulation technique involving in-depth semi-structured interviews, non-participatory observation, and documentation. The obtained data were then analyzed using the Miles and Huberman analysis model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The results showed that both subjects were able to develop resilience through five aspects: personal competence, trust in one's instincts and tolerance of negative affect, positive acceptance of change and secure relationships, control, and spiritual influences. The most dominant aspects shaping their resilience were personal competence, where the presence of children served as the primary motivation to endure, and spiritual influences through prayer and surrender to God as the ultimate source of strength. In conclusion, female victims of domestic violence are able to recover, adapt, and maintain their life functioning through self-belief, adaptive coping strategies, and strong spirituality; thus, it is recommended for victims to strive to build economic independence and not hesitate to seek professional support.

Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menjadi masalah serius yang terus meningkat di Indonesia dan memberikan dampak fisik maupun emosional yang mendalam bagi perempuan. Meskipun berada dalam situasi penuh tekanan, sebagian perempuan korban KDRT mampu bertahan, menyesuaikan diri, dan melanjutkan kehidupan melalui proses adaptasi yang disebut resiliensi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam gambaran resiliensi pada perempuan yang mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari dua perempuan korban KDRT yang dipilih menggunakan teknik criterion sampling, dan didukung oleh dua orang informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik triangulasi yang meliputi wawancara semi-terstruktur secara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek mampu mengembangkan resiliensi melalui lima aspek, yaitu kemampuan pribadi (personal competence), kepercayaan pada insting dan toleransi emosi negatif (trust in one's instincts and tolerance of negative affect), penerimaan positif terhadap perubahan (positive acceptance of change and secure relationships), pengendalian diri (control), serta pengaruh spiritualitas (spiritual influences). Aspek yang paling dominan dalam membentuk ketangguhan subjek adalah kompetensi pribadi, di mana kehadiran anak menjadi motivasi utama untuk bertahan, serta pengaruh spiritualitas melalui doa dan kepasrahan kepada Tuhan sebagai sumber kekuatan tertinggi. Kesimpulannya, perempuan korban KDRT mampu bangkit, beradaptasi, dan mempertahankan keberfungsian hidupnya melalui keyakinan diri, strategi coping yang adaptif, dan spiritualitas yang kuat, sehingga disarankan bagi korban untuk berupaya membangun kemandirian ekonomi serta tidak ragu mencari dukungan profesional.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30