EKSPLORASI PENGALAMAN CINTA PADA PEREMPUAN DALAM RELASI POLIGAMI
Kata Kunci:
Cinta, Perempuan, Poligami, FenomenologiAbstrak
The phenomenon of polygamy presents complex psychological dynamics for women, particularly in how they interpret love, emotional closeness, passion, and commitment within marital relationships. This study aims to explore the experience of love among women in polygamous relationships. The research employed a qualitative approach with a descriptive phenomenological design to gain an in-depth understanding of the participants' subjective experiences. The participants were two women currently in polygamous marriages, the first wife and the second wife, selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured in-depth interviews and non-participant observation, and the data were analyzed using thematic analysis. The findings reveal that the experience of love among women in polygamous relationships undergoes complex changes and adjustments, with four main themes identified: (1) love as self-adjustment in polygamy, characterized by emotional conflicts such as disappointment, jealousy, loss of exclusivity, and the process of adapting to the marital situation; (2) reconstruction of love toward relational commitment, in which love is no longer understood solely as romance but as responsibility, acceptance, and an effort to maintain family integrity; (3) psychological resilience through spiritual coping, indicating that religiosity serves as a source of strength in dealing with emotional distress; and (4) maternal love as the foundation for sustaining the marital relationship, where the presence of children becomes the primary reason participants remain in the marriage. Based on the study, women in polygamous relationships tend to face complex and evolving love dynamics shaped by relational experience, religious values, and processes of self-adjustment.
Fenomena poligami menghadirkan dinamika psikologis yang kompleks bagi perempuan, terutama dalam memaknai cinta, kedekatan emosional, gairah, dan komitmen dalam hubungan pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman cinta yang dialami oleh perempuan dalam relasi poligami. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif untuk memahami secara mendalam pengalaman subjektif partisipan. Partisipan penelitian ini adalah dua perempuan yang sedang menjalani pernikahan poligami, yaitu istri pertama dan istri kedua, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam semi terstruktur dan observasi non-partisipan, sedangkan analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman cinta pada perempuan dalam relasi poligami mengalami perubahan dan penyesuaian yang kompleks, dengan empat tema utama yang ditemukan: (1) cinta sebagai penyesuaian diri dalam poligami, yang ditandai oleh munculnya konflik emosional seperti kekecewaan, cemburu, hilangnya eksklusivitas, serta proses adaptasi terhadap kondisi pernikahan; (2) rekonstruksi cinta menuju komitmen relasional, di mana cinta tidak lagi dipahami semata sebagai romantisme, melainkan sebagai tanggung jawab, penerimaan, dan upaya mempertahankan keutuhan keluarga; (3) resiliensi psikologis melalui coping spiritual, yang menunjukkan bahwa religiusitas merupakan sumber kekuatan dalam menghadapi tekanan emosional; dan (4) cinta keibuan sebagai dasar bertahannya relasi pernikahan, di mana keberadaan anak menjadi alasan utama partisipan mempertahankan pernikahan. Berdasarkan temuan tersebut, perempuan yang berada dalam hubungan poligami cenderung menghadapi dinamika cinta yang kompleks, yang berkembang seiring waktu, pengalaman hidup, nilai religius, dan proses penyesuaian diri.




