HUBUNGAN ANTARA SELF-ACCEPTANCE DENGAN SELF-ESTEEM PADA MAHASISWA GAP YEAR DI KOTA MEDAN

Penulis

  • Angel Agustina Simanjuntak Universitas HKBP Nomensen
  • Freddy Butarbutar Universitas HKBP Nomensen

Kata Kunci:

Self-Acceptance, Self-Esteem, Gap Year, Mahasiswa

Abstrak

Mahasiswa yang menjalani gap year rentan mengalami tekanan psikologis berupa perbandingan sosial, insecurity akademik, dan stigma sosial yang dapat menurunkan penilaian terhadap dirinya sendiri. Self-acceptance diduga menjadi salah satu faktor yang berperan penting dalam membentuk self-esteem pada kelompok mahasiswa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-acceptance dengan self-esteem pada mahasiswa yang pernah menjalani gap year di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 364 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan ukuran sampel minimal ditentukan melalui tabel Isaac dan Michael. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua skala Likert, yaitu skala self-acceptance yang disusun berdasarkan sembilan aspek dari Berger (2003) dan skala self-esteem yang diadaptasi dari Rosenberg Self-Esteem Scale (Rosenberg, 1965). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar r = 0,575 dengan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan dan tergolong cukup kuat antara self-acceptance dengan self-esteem. Artinya, semakin tinggi self-acceptance mahasiswa gap year, semakin tinggi pula self-esteem yang dimilikinya. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan penerimaan diri sebagai landasan psikologis bagi mahasiswa gap year dalam membangun harga diri yang lebih stabil.

Students undergoing a gap year are vulnerable to psychological pressure in the form of social comparison, academic insecurity, and social stigma that may lower their self-evaluation. Self-acceptance is presumed to be an important factor shaping self-esteem in this group. This study aims to determine the relationship between self-acceptance and self-esteem among students who have undergone a gap year in Medan City. A quantitative correlational design was used. The sample consisted of 364 students selected through purposive sampling, with the minimum sample size determined using the Isaac and Michael table. Data were collected using two Likert-type scales: a self-acceptance scale developed from Berger's (2003) nine aspects and a self-esteem scale adapted from the Rosenberg Self-Esteem Scale (Rosenberg, 1965). Data were analyzed using Spearman's correlation because the data were not normally distributed. Results showed a correlation coefficient of r = 0.575 with a significance of p = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant, moderately strong positive relationship between self-acceptance and self-esteem. This means that the higher the self-acceptance of gap year students, the higher their self-esteem. These findings underscore the importance of strengthening self-acceptance as a psychological foundation for gap year students in building more stable self-esteem.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30