HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL REMAJA-ORANGTUA DENGAN REGULASI EMOSI REMAJA DI KOTA SALATIGA
Kata Kunci:
Komunikasi Interpersonal, Regulasi Emosi, Remaja, Orangtua, KeluargaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi interpersonal remaja-orangtua dengan regulasi emosi remaja di Kota Salatiga. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya kemampuan regulasi emosi pada masa remaja serta peran komunikasi interpersonal dalam keluarga sebagai salah satu faktor yang mendukung perkembangan emosional remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 133 remaja berusia 15–17 tahun yang sedang menempuh pendidikan tingkat SMA di Kota Salatiga dan tinggal bersama orangtua. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Interpersonal Communication Inventory (ICI) untuk mengukur komunikasi interpersonal dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) untuk mengukur regulasi emosi. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Product Moment Pearson dengan bantuan program SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara komunikasi interpersonal remaja-orangtua dengan regulasi emosi remaja (r = 0,468; p < 0,05). Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal remaja-orangtua memberikan kontribusi sebesar 21,9% terhadap regulasi emosi remaja. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik komunikasi interpersonal yang terjalin antara remaja dan orangtua, maka semakin baik pula kemampuan regulasi emosi yang dimiliki remaja. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka, hangat, dan suportif dalam keluarga guna mendukung perkembangan emosional remaja secara optimal.
This study aimed to examine the relationship between adolescent-parent interpersonal communication and adolescents’ emotion regulation in Salatiga City. The study was motivated by the importance of emotion regulation during adolescence and the role of interpersonal communication within the family as a factor supporting adolescents’ emotional development. This research employed a quantitative approach with a correlational design. Participants consisted of 133 adolescents aged 15–17 years who were enrolled in senior high school and lived with their parents. The sampling technique used was purposive sampling. Data were collected using the Interpersonal Communication Inventory (ICI) to measure interpersonal communication and the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) to assess emotion regulation. Data analysis was conducted using Pearson Product Moment correlation with the assistance of SPSS version 24. The results revealed a significant positive relationship between adolescent-parent interpersonal communication and adolescents’ emotion regulation (r = 0.468; p < 0.05). The coefficient of determination indicated that adolescent-parent interpersonal communication contributed 21.9% to adolescents’ emotion regulation. These findings suggest that better interpersonal communication between adolescents and their parents is associated with better emotion regulation abilities among adolescents. The implications of this study highlight the importance of fostering open, warm, and supportive communication within families to promote optimal emotional development among adolescents.




