PRASANGKA GEN Z TERHADAP ORANG YANG MEMUTUSKAN UNTUK CHILDFREE DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DAN DAERAH TEMPAT TINGGAL
Kata Kunci:
Prasangka, Childfree, Generasi Z, Jenis Kelamin, Daerah Tempat TinggalAbstrak
Fenomena childfree semakin banyak diperbincangkan di Indonesia dan sering memunculkan beragam respons sosial, termasuk prasangka terhadap orang yang memilih untuk tidak memiliki anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat prasangka Generasi Z terhadap orang yang memutuskan untuk childfree serta perbedaannya berdasarkan jenis kelamin dan daerah tempat tinggal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-komparatif. Partisipan penelitian berjumlah 204 Generasi Z berusia 20–29 tahun yang berdomisili di Indonesia dan diperoleh melalui teknik convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan Questionnaire of Prejudice toward Childfree People (QPCF) yang mengukur komponen kognitif, emosional, dan perilaku dari prasangka. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji Mann–Whitney, dan uji Kruskal–Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat prasangka pada kategori sedang (53,43%), diikuti kategori tinggi (33,82%) dan rendah (12,75%). Terdapat perbedaan prasangka yang signifikan berdasarkan jenis kelamin, di mana laki-laki menunjukkan tingkat prasangka yang lebih tinggi dibandingkan perempuan. Namun, tidak ditemukan perbedaan prasangka yang signifikan berdasarkan daerah tempat tinggal, baik pada responden yang tinggal di kota besar, kota kecil, maupun pedesaan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun Generasi Z cenderung lebih terbuka terhadap keberagaman pilihan hidup, nilai-nilai sosial dan peran gender masih berpengaruh dalam pembentukan prasangka terhadap orang yang memilih hidup childfree.
The childfree phenomenon has become increasingly discussed in Indonesia and often generates various social responses, including prejudice toward people who choose not to have children. This study aimed to describe the level of prejudice among Generation Z toward people who decide to be childfree and to examine differences based on gender and residential area. This research employed a quantitative approach with a descriptive-comparative design. Participants consisted of 204 Indonesian Generation Z people aged 20–29 years who were recruited through convenience sampling. Data were collected using the Questionnaire of Prejudice toward Childfree People (QPCF), which measures cognitive, emotional, and behavioral components of prejudice. Data were analyzed using descriptive statistics, the Mann–Whitney test, and the Kruskal–Wallis test. The results showed that most participants demonstrated a moderate level of prejudice (53.43%), followed by high (33.82%) and low (12.75%) levels. A significant difference in prejudice was found based on gender, with male participants showing higher levels of prejudice than female participants. However, no significant differences were found based on residential area, including metropolitan, small-city, and rural settings. These findings suggest that although Generation Z tends to be more open to diverse life choices, social values and gender roles continue to influence the formation of prejudice toward people who choose a childfree lifestyle




