GAMBARAN SELF-COMPASSION PADA PEREMPUAN KRISTEN DEWASA AWAL YANG PERNAH MELAKUKAN SEKS PRANIKAH
Kata Kunci:
Self-Compassion, Perempuan Kristen, Seks PranikahAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran self-compassion pada perempuan Kristen dewasa awal yang pernah melakukan seks pranikah. Fenomena seks pranikah sering kali menimbulkan berbagai konsekuensi psikologis, seperti rasa bersalah, penyesalan, malu, serta kekhawatiran terhadap penilaian sosial dan nilai-nilai keagamaan yang dianut. Dalam kondisi tersebut, self-compassion berperan sebagai kemampuan individu untuk memperlakukan diri dengan kebaikan, memahami bahwa pengalaman sulit merupakan bagian dari kehidupan manusia, serta mampu menghadapi emosi negatif secara seimbang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Partisipan merupakan perempuan Kristen dewasa awal yang memiliki pengalaman melakukan seks pranikah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap partisipan memiliki gambaran self-compassion yang berbeda, dipengaruhi oleh proses penerimaan diri, pemaknaan pengalaman, dukungan sosial, serta penghayatan terhadap nilai-nilai spiritual. Individu yang mampu mengembangkan self-compassion cenderung lebih mudah menerima pengalaman masa lalu, mengurangi kecenderungan menghakimi diri sendiri, serta memiliki motivasi untuk memperbaiki kualitas hidup. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian psikologi, khususnya mengenai self-compassion pada perempuan Kristen dewasa awal yang memiliki pengalaman seks pranikah.




