HUBUNGAN ANTARA SELF-DISCLOSURE DI INSTAGRAM DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA MAHASISWA DI KOTA MEDAN
Kata Kunci:
Self-Disclosure, Instagram, Subjective Well-Being, Mahasiswa, Kota MedanAbstrak
Perkembangan media sosial, khususnya Instagram, telah menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa dan memberikan ruang bagi individu untuk mengekspresikan serta membagikan informasi mengenai dirinya kepada orang lain. Salah satu bentuk perilaku yang muncul dalam penggunaan Instagram adalah self-disclosure, yaitu keterbukaan individu dalam mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan, maupun pengalaman pribadi kepada orang lain. Tingkat keterbukaan diri melalui media sosial diduga memiliki keterkaitan dengan subjective well-being, yaitu penilaian individu terhadap kualitas kehidupannya yang meliputi kepuasan hidup serta pengalaman emosi positif dan negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-disclosure di Instagram dengan subjective well-being pada mahasiswa di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang berdomisili atau sedang menempuh pendidikan di Kota Medan dan aktif menggunakan Instagram. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala self-disclosure dan skala subjective well-being. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis korelasi untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai keterkaitan perilaku keterbukaan diri di media sosial dengan kesejahteraan subjektif mahasiswa serta menjadi bahan referensi bagi penelitian selanjutnya mengenai penggunaan media sosial dan kesejahteraan psikologis.




