Psikofusi: Jurnal Psikologi Integratif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pjpi id-ID Tue, 31 Mar 2026 02:39:28 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 ANALISIS STIGMA MASYARAKAT TERHADAP MANTAN NARAPIDANA KASUS PENGANIAYAAN DI KOTA AMBON https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pjpi/article/view/20351 <p><em>The high incidence of assault cases in Indonesia, including in Ambon City, generates not only legal consequences but also social implications for individuals who have completed their prison sentences. Former inmates often face social stigma that may hinder their process of social reintegration. This study aims to analyze the forms, levels, and construction processes of community stigma toward former inmates convicted of assault in Ambon City. The study employed a qualitative approach using a case study design within an interpretative paradigm. Participants were selected using a purposive sampling technique based on criteria relevant to the research focus. Data were collected through in-depth interviews with five participants from diverse social backgrounds and were analyzed thematically to identify the construction of subjective meanings within the community. The findings indicate that the level of stigma tends to be relatively low, although variations exist in its forms and intensity. Most participants demonstrated openness and were willing to provide opportunities to former inmates who had shown behavioral change and fulfilled their legal obligations. This acceptance was influenced by direct interaction experiences, prevailing social values, and the local cultural context.</em></p> <p>Tingginya kasus penganiayaan di Indonesia, termasuk di Kota Ambon, tidak hanya menimbulkan konsekuensi hukum, tetapi juga implikasi sosial bagi individu yang telah menyelesaikan masa pidananya. Mantan narapidana kerap menghadapi stigma masyarakat yang berpotensi menghambat proses reintegrasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, tingkat, dan proses konstruksi stigma masyarakat terhadap mantan narapidana kasus penganiayaan di Kota Ambon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dalam paradigma interpretatif. Partisipan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu yang relevan dengan fokus penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima partisipan dengan latar belakang sosial yang beragam, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi konstruksi makna subjektif yang berkembang di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stigma yang muncul relatif rendah, meskipun terdapat variasi dalam bentuk dan intensitasnya. Mayoritas partisipan menunjukkan sikap terbuka dan memberikan kesempatan kepada mantan narapidana yang telah menunjukkan perubahan perilaku serta menyelesaikan kewajiban hukumnya. Sikap penerimaan tersebut dipengaruhi oleh pengalaman interaksi langsung, sistem nilai sosial, serta konteks budaya lokal.</p> Lina Audry Sinay, Sri Aryanti Kristianingsih Hak Cipta (c) 2026 Psikofusi: Jurnal Psikologi Integratif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pjpi/article/view/20351 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0000 RESILIENSI KELUARGA PADA IBU DEWASA MUDA YANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (DOWN SYNDROME) https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pjpi/article/view/20665 <p>Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika resiliensi pada Ibu Dewasa Muda yang merawat Anak Berkebutuhan Khusus melalui pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Partisipan terdiri dari tiga ibu (S, C, dan F) yang berusia 25–35 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Penelitian ini kemudian dianalisis berdasarkan dari aspek regulasi emosi, optimisme, empati, efikasi diri, kontrol terhadap impuls, kemampuan menganalisis masalah, pencapaian. Hasil menunjukkan bahwa resiliensi ibu dipengaruhi oleh pergulatan batin dan perbandingan sosial negatif di awal pengasuhan, namun sebagian ibu menunjukkan penerimaan dini berkat kesiapan mental. Para ibu mengatasi kesulitan melalui transformasi emosional dari ketidak-terimaan menjadi rasa syukur yang diperkuat oleh perbandingan positif. Dukungan sosial dari suami (pembagian tugas), keluarga, dan komunitas secara signifikan membantu ibu mengurangi tekanan dan meningkatkan keyakinan diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lingkungan dukungan yang responsif dan perubahan kognitif menuju rasa syukur dapat meningkatkan ketahanan mental (resiliensi) ibu dalam menghadapi tantangan pengasuhan.</p> <p><em>This qualitative study aims to describe the dynamics of resilience in Young Adult Mothers caring for Children with Special Needs, utilizing a qualitative approach with a phenomenological design. Participants consisted of three mothers (S, C, and F) aged 25–35 years. Data were collected through in-depth interviews and documentation. The research was subsequently analyzed based on the aspects of emotion regulation, optimism, emphaty, self efficacy, impuls control, causal analysis, reaching out. The results indicate that the mothers' resilience was influenced by inner struggle and negative social comparison during the initial stages of parenting, though some mothers demonstrated early acceptance due to mental preparedness. The mothers overcame difficulties through an emotional transformation from non-acceptance to gratitude, which was strengthened by positive comparison. Social support from husbands (task sharing), family, and the community significantly helped the mothers reduce stress and increase self-confidence. The study concludes that a responsive support environment and a cognitive shift towards gratitude can enhance the mothers' mental toughness (resilience) in facing parenting challenges.</em></p> Michelle Ayuni Sukowati, Ratriana Yuliastuti Endang Kusumiati Hak Cipta (c) 2026 Psikofusi: Jurnal Psikologi Integratif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pjpi/article/view/20665 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0000 FEAR OF MISSING OUT DAN PSYCHOLOGY WELL-BEING PADA MAHASISWA RANTAU UKSW https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pjpi/article/view/20405 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa rantau yang berpotensi memunculkan Fear of Missing Out (FoMO), yaitu perasaan cemas dan takut tertinggal dari pengalaman sosial orang lain. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan tingkat Psychological Well-Being mahasiswa, khususnya dalam proses adaptasi di lingkungan perantauan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Fear of Missing Out dan Psychological Well-Being pada mahasiswa rantau Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 100 mahasiswa rantau UKSW yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa Fear of Missing Out Scale yang dikembangkan oleh Przybylski et al. (2013) dan Ryff’s Psychological Well-Being Scale yang telah diadaptasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Fear of Missing Out dan Psychological Well-Being (r = 0,928; p = 0,000). Artinya, tingkat Fear of Missing Out memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan kondisi Psychological Well-Being mahasiswa rantau. Temuan ini menunjukkan bahwa Fear of Missing Out merupakan salah satu faktor psikologis yang berhubungan dengan kesejahteraan psikologis mahasiswa rantau. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan penggunaan media sosial secara adaptif guna mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa rantau.</p> <p><em>This study is motivated by the high use of social media among migrant students, which has the potential to trigger Fear of Missing Out (FoMO), namely feelings of anxiety and fear of being left behind from others’ social experiences. This condition is suspected to be related to students’ levels of psychological well-being, particularly in the process of adapting to a new environment away from home. This study aims to examine the relationship between fear of missing out and psychological well-being among migrant students at Satya Wacana Christian University (UKSW).The research employed a quantitative approach with a correlational design. The research subjects consisted of 100 migrant students at UKSW selected using purposive sampling techniques. Data were collected using the Fear of Missing Out Scale developed by Przybylski et al. (2013) and the adapted Ryff’s Psychological Well-Being Scale. Data analysis was conducted using the Pearson Product Moment correlation test with the assistance of SPSS version 25.The results showed a significant relationship between fear of missing out and psychological well-being (r = 0.928; p = 0.000). This indicates that the level of fear of missing out has a very strong association with the psychological well-being of migrant students. These findings suggest that fear of missing out is one of the psychological factors related to the psychological well-being of migrant students. The implications of this study emphasize the importance of managing social media use adaptively to support the psychological well-being of migrant students</em><em>.</em></p> Katrine Natania Pangli, Margaretta Erna Setianingrum Hak Cipta (c) 2026 Psikofusi: Jurnal Psikologi Integratif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pjpi/article/view/20405 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN ANTARA GRATITUDE DENGAN MARITAL SATISFACTION PADA ISTRI YANG MEMILIKI SUAMI DENGAN PENGHASILAN DI BAWAH UMR https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pjpi/article/view/20693 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gratitude dengan marital satisfaction pada istri yang memiliki suami dengan penghasilan di bawah UMR. Adapun kriteria partisipan dalam penelitian ini yaitu istri yang memiliki suami dengan penghasilan di bawah UMR, tinggal di Pulau Jawa, usia pernikahan minimal 1 tahun, sudah memiliki minimal satu anak dalam rentang usia 1 tahun hingga 13 tahun. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan menggunakan teknik snowball sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu ENRICH Marital Satisfaction Scale yang dikembangkan oleh Fowers &amp; Olson 1993 dan Gratitude Questionnaire (GQ-6) yang dikembangkan oleh McCullough, Emmons, &amp; Tsang (2002). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara gratitude dengan marital satisfaction pada istri yang memiliki suami dengan penghasilan di bawah UMR.</p> Maharani Tyas Kristanti, Ratriana Yuliastuti Endang Kusumiati Hak Cipta (c) 2026 Psikofusi: Jurnal Psikologi Integratif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pjpi/article/view/20693 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0000 JOB CRAFTING DAN PERSON-ORGANIZATION FIT PADA KARYAWAN GENERASI Z YANG BEKERJA DI SEKTOR INDUSTRI WILAYAH KABUPATEN SEMARANG https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pjpi/article/view/20506 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara <em>job crafting</em> dan <em>person-organization fit</em> pada karyawan Generasi Z yang bekerja di sektor industri wilayah Kabupaten Semarang. Partisipan dalam penelitian ini adalah karyawan Generasi Z dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik <em>non-probability sampling</em>, yaitu <em>purposive sampling</em>. Pengukuran <em>job crafting</em> menggunakan <em>Job Crafting Scale</em> yang dikembangkan oleh Tims et al. (2012), sedangkan <em>person-organization fit</em> diukur menggunakan <em>Person-Organization Fit Scale</em> berdasarkan teori Kristof (1996). Instrumen penelitian disebarkan dalam bentuk kuesioner <em>online</em>. Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics versi 21 dengan uji korelasi <em>Product Moment Pearson</em>. Hasil analisis data menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,590 dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara <em>job crafting</em> dan <em>person-organization fit.</em> Semakin tinggi tingkat <em>job crafting</em>, maka semakin tinggi pula tingkat <em>person-organization fit</em> pada karyawan Generasi Z, dan sebaliknya.</p> <p><em>This study aims to examine the relationship between job crafting and person-organization fit among Generation Z employees working in the industrial sector of Semarang Regency. Participants in this study were Generation Z employees, with a total sample of 100 participants. The method used in this study was a quantitative approach with a non-probability sampling technique, namely purposive sampling. Job crafting was measured using the Job Crafting Scale developed by Tims et al. (2012), while person-organization fit was measured using the Person-Organization Fit Scale based on Kristof’s theory (1996). The instruments were distributed in the form of online questionnaires. Data analysis was conducted using IBM SPSS Statistics version 21, and the correlation test employed was Karl Pearson’s Product Moment correlation. The results showed a correlation coefficient of r = 0.590 with a significance value of p = 0.000 (p &lt; 0.05), indicating a positive and significant relationship between job crafting and person-organization fit. Higher levels of job crafting are associated with higher levels of person-organization fit, and vice versa.</em></p> Qhoirunisa Salsabila, Sutarto Wijono Hak Cipta (c) 2026 Psikofusi: Jurnal Psikologi Integratif https://oaj.jurnalhst.com/index.php/pjpi/article/view/20506 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0000