PENGEMBANGAN SUMUR BOR BERDAYA DI PESANTREN HIDAYATULLAH SELOLEMAN MOJOKERTO: ANALISIS EFEKTIVITAS DAN DAMPAKNYA TERHADAP KUALITAS HIDUP SANTRI

Penulis

  • Hindi Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al Hakim Surabaya
  • Ahmad Fathoni Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al Hakim Surabaya

Kata Kunci:

Kualitas Hidup Santri, Air Bersih, Sumur Bor, Pesantren, Partisipasi Komunitas

Abstrak

Keterbatasan akses air bersih masih menjadi persoalan serius di banyak pesantren dengan tingkat kepadatan santri yang tinggi, yang berdampak pada kesehatan, efisiensi waktu, dan kualitas ibadah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengembangan sumur bor berdaya sebagai bentuk intervensi teknologi tepat guna berbasis partisipasi komunitas serta dampaknya terhadap kualitas hidup santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Pesantren Hidayatullah Seloliman, Mojokerto. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, dengan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sumur bor secara partisipatif mampu menyediakan pasokan air yang stabil selama 24 jam dan secara signifikan menurunkan keluhan kesehatan santri, meningkatkan efisiensi waktu aktivitas harian, serta menciptakan kenyamanan dan kekhusyukan dalam pelaksanaan ibadah. Namun demikian, keberlanjutan program masih menghadapi tantangan berupa peningkatan biaya operasional dan kebutuhan pemeliharaan teknis. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengelola pesantren dalam merancang sistem penyediaan air bersih yang berkelanjutan melalui pendekatan teknologi tepat guna dan partisipasi komunitas.

Limited access to clean water remains a critical issue in many Islamic boarding schools with high student density, affecting health conditions, time efficiency, and the quality of religious practices. This study aims to examine the development of a high-capacity borewell as an appropriate technology intervention based on community participation and to analyze its impact on students’ quality of life. Employing a qualitative approach with a case study design, the research was conducted at Hidayatullah Islamic Boarding School in Seloliman, Mojokerto. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. The findings indicate that participatory management of the borewell system successfully ensured a stable 24-hour water supply, significantly reduced health-related complaints, improved daily time efficiency, and enhanced comfort and concentration in religious activities. Nevertheless, sustainability challenges remain, particularly related to increased operational costs and technical maintenance requirements. This study contributes practical insights for pesantren administrators in designing sustainable clean water management systems through the integration of appropriate technology and community participation.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28