ANALISIS KEBIJAKAN RESTRUKTURISASI DAN IMPLEMENTASI DIGITALISASI LAYANAN TERHADAP PENYELESAIAN PEMBIAYAAN BERMASALAH (Studi PT. Bank Perekonomian Rakyat Syariah Mentari Pasaman Saiyo, Kabupaten Pasaman Barat)

Penulis

  • Indah Maisari Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Yenty Astarie Dewi Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Kata Kunci:

Pembiayaan Bermasalah, Restrukturisasi, Digitalisasi Layanan

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi pada kenyataan bahwa setiap penyaluran pembiayaan di bank syariah memiliki resiko gagal bayar oleh nasabah yang dapat mempengaruhi tingkat kesehatan dan keberlanjutan operasional bank. Untuk mengatasi hal ini diperlukan strategi penyelesaian yang efektif. Penelititan ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab pembiayaaan bermasalah, implementasi kebijakan restrukturisasi pembiayaan pada PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo, peran digitalisasi layanan, serta hambatan yang dihadapi dalam penyelesaian pembiayaan bermasalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi, wawancara, serta studi dokumentasi. Analisis data dilaksanakan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terjadinya pembiayaan bermasalah di PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang berasal dari nasabah, serta faktor internal yang bersumber dari pihak bank. Penyelesaian pembiayaan bermasalah melalui restrukturisasi dengan bentuk rescheduling dinilai cukup efektif dalam membantu nasabah memenuhi kewajibannya. Selain itu digitalisasi layanan melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) membantu bank dalam menilai riwayat dan karakter pembiayaan nasabah. Hambatan yang dihadapi dalam penyelesaian pembiayaan bermasalah dengan restrukturisasi dan digitalisasi meliputi ketidakkonsistenan nasabah dan keterbatasan sumber daya manusia dalam penguasaan teknologi serta keterbatasan dalama monitoring pasca restrukturisasi.

This study is motivated by the fact that every financing disbursement in Islamic banks carries the risk of customer default, which can affect the bank’s soundness level and operational sustainability. Therefore, effective resolution strategies are required to address this issue. This research aims to analyze the factors causing problematic financing, the implementation of financing restructuring policies at PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo, the role of service digitalization, and the obstacles encountered in resolving problematic financing. This study employs a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results reveal that problematic financing at PT. BPRS Mentari Pasaman Saiyo is influenced by internal and external factors originating from customers, as well as internal factors within the bank. The resolution of problematic financing through restructuring in the form of rescheduling is considered sufficiently effective in assisting customers in fulfilling their obligations. In addition, service digitalization through the Financial Information Service System (SLIK) helps the bank assess customers’ financing history and creditworthiness. The obstacles faced in resolving problematic financing through restructuring and digitalization include customer inconsistency, limited human resources in terms of technological competence, and constraints in post-restructuring monitoring.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-29