STUDI PENGANGGARAN APBD KOTA SURABAYA DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN DAERAH

Penulis

  • Nico Hidayatulloh Universitas Negeri Surabaya
  • Abdul Ghani Rasyid Universitas Negeri Surabaya

Kata Kunci:

APBD, Kinerja Keuangan Daerah, Penganggaran, Kota Surabaya

Abstrak

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan instrumen utama pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan pembangunan daerah. Kinerja pelaksanaan APBD menjadi indikator penting untuk menilai sejauh mana anggaran yang telah direncanakan dapat direalisasikan secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pelaksanaan APBD Kota Surabaya selama periode 2016–2020 dalam mendukung pembangunan daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder berupa laporan realisasi APBD Kota Surabaya. Analisis dilakukan dengan menggunakan beberapa rasio keuangan daerah, antara lain rasio efektivitas pendapatan, rasio efisiensi belanja, dan tingkat serapan anggaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kinerja pelaksanaan APBD Kota Surabaya selama periode penelitian berada dalam kategori baik, meskipun terdapat beberapa fluktuasi pada tingkat penyerapan anggaran dan efisiensi belanja di beberapa tahun tertentu. Dengan demikian, pemerintah Kota Surabaya perlu terus melakukan evaluasi dan perbaikan dalam pengelolaan anggaran agar pelaksanaan APBD semakin optimal dalam mendukung pembangunan daerah.

The Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD) is a key instrument for local governments in supporting regional development. The performance of APBD implementation is an important indicator to assess how effectively and efficiently the planned budget is realized. This study aims to analyze the performance of APBD implementation in Surabaya City during the period 2016–2020 in supporting regional development. This research employs a descriptive quantitative method using secondary data obtained from Surabaya City budget realization reports. The analysis is conducted using several regional financial ratios, including revenue effectiveness ratio, expenditure efficiency ratio, and budget absorption level. The results indicate that, in general, the performance of APBD implementation in Surabaya City during the research period was categorized as good, although there were fluctuations in budget absorption and expenditure efficiency in certain years. Therefore, the Surabaya City Government needs to continuously evaluate and improve its budget management to optimize regional development outcomes.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29