KEGAGALAN PERENCANAAN ANGGARAN DALAM PROYEK KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG (KCJB) DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBENGKAKAN UTANG NEGARA

Penulis

  • Farizqi Arya Anindito Wibowo Universitas Negeri Surabaya
  • M. Nashirul Haqqi Universitas Negeri Surabaya
  • Eva Hany Fanida Universitas Negeri Surabaya
  • Melda Fadiyah Hidayat Universitas Negeri Surabaya

Kata Kunci:

Perencanaan Anggaran, Kereta Cepat Jakarta–Bandung, Pembengkakan Biaya, Utang Negara, Proyek Infrastruktur

Abstrak

Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) adalah salah satu proyek penting untuk infrastruktur nasional yang tujuannya adalah untuk memperbaiki sistem transportasi dan membantu pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Namun, saat menjalankan proyek ini, ada banyak masalah, terutama terkait dengan perencanaan anggaran yang tidak efisien, yang membuat biaya proyek jadi membengkak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apa yang salah dalam perencanaan anggaran proyek KCJB dan bagaimana hal itu berpengaruh pada keuangan negara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan cara meneliti dari berbagai tulisan, seperti jurnal ilmiah, laporan pemerintah, data resmi, dan berita ekonomi yang berkaitan dengan topik ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya proyek yang awalnya diperkirakan sekitar 5,5 miliar dolar AS meningkat menjadi sekitar 7,5 miliar dolar AS karena beberapa alasan, seperti keterlambatan dalam pelaksanaan, masalah dalam pembebasan lahan, kondisi geologi yang sulit, perubahan dalam desain bangunan, serta dampak dari pandemi Covid-19. Kenaikan biaya ini memerlukan tambahan dana melalui pinjaman dari luar negeri dan dukungan dari pemerintah yang memberikan modal kepada beberapa Badan Usaha Milik Negara yang terlibat. Kondisi ini secara tidak langsung menambah beban biaya dan bisa memberikan tekanan pada keuangan negara untuk jangka waktu yang panjang. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya perencanaan anggaran yang lebih komprehensif, manajemen risiko yang efektif, serta pengawasan yang ketat dalam pelaksanaan proyek infrastruktur berskala besar agar dapat meminimalkan potensi pembengkakan biaya dan menjaga stabilitas keuangan negara.

The Jakarta–Bandung High-Speed Rail (KCJB) project is a national strategic infrastructure project aimed at improving transportation connectivity and supporting economic growth in Indonesia. However, during its implementation, the project faced various problems, primarily related to suboptimal budget planning, which led to cost overruns. This study aims to analyze budget planning failures in the KCJB project and their impact on the state's financial condition. The research method used was a qualitative literature study approach, reviewing various sources such as scientific journals, government reports, official data, and economic news relevant to the research topic. The results showed that the project cost, initially estimated at around US$5.5 billion, increased to approximately US$7.5 billion due to various factors, such as project implementation delays, land loan issues, complex geological conditions, changes in construction design, and the impact of the Covid-19 pandemic. These cost overruns then required additional financing through foreign loans and government support in the form of state equity participation in several State-Owned Enterprises (SOEs) involved in the project. This situation indirectly increases the financing burden and has the potential to put pressure on the country's fiscal condition in the long term. Therefore, this study emphasizes the importance of more comprehensive budget planning, effective risk management, and strict oversight in the implementation of large-scale infrastructure projects to minimize potential cost overruns and maintain state financial stability.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29