ANALISIS EFEKTIVITAS PENTAHELIX DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA SARASAH SITALANG, KECAMATAN AMPEK NAGARI, KABUPATEN AGAM

Penulis

  • Nurul Aulianisa Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Cahya Agung Mulyana Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Kata Kunci:

Efektivitas, Pentahelix, Pengembangan Destinasi Wisata

Abstrak

Penelitian ini mengkaji efektivitas model Pentahelix dalam pengembangan Destinasi Wisata Sarasah Sitalang, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kolaborasi antar pemangku kepentingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan unsur pentahelix (pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media). Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif yang berpedoman pada indikator efektivitas pemangku kepentingan dari teori Freeman (stakeholder approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun seluruh aktor Pentahelix telah terlibat, kolaborasi yang terbangun belum optimal. Partisipasi pemangku kepentingan belum merata dan masih didominasi oleh pemerintah dan kelompok sadar wisata, sementara peran akademisi, pelaku usaha, media, dan masyarakat luas masih terbatas dan bersifat insidental. Lemahnya koordinasi dan sinergi, rendahnya tingkat kepuasan pemangku kepentingan, terbatasnya legitimasi dan kepercayaan publik, belum terjaminnya keberlanjutan program, serta belum optimalnya penciptaan nilai bersama menjadi kendala utama. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, lemahnya komitmen pemangku kepentingan, minimnya mekanisme koordinasi, keterbatasan sumber daya dan infrastruktur, serta belum adanya perencanaan jangka panjang yang terintegrasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas dan peran pemangku kepentingan, peningkatan koordinasi yang berkelanjutan, serta penyusunan perencanaan strategis yang inklusif dan berorientasi jangka panjang guna meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan penerapan model Pentahelix.

This study examines the effectiveness of the Pentahelix model in the development of the Sarasah Sitalang Tourist Destination, Ampek Nagari District, Agam Regency, and identifies factors influencing collaboration among stakeholders. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving Pentahelix actors, namely the government, academics, business actors, the community, and the media. Data were analyzed using an interactive analysis model guided by stakeholder effectiveness indicators derived from Freeman’s stakeholder approach. The findings indicate that although all Pentahelix actors have been involved, the collaboration remains suboptimal. Stakeholder participation is uneven and continues to be dominated by the government and tourism awareness groups, while the roles of academics, business actors, media, and the wider community remain limited and incidental. Weak coordination and synergy, low levels of stakeholder satisfaction, limited public legitimacy and trust, the lack of guaranteed program sustainability, and the suboptimal creation of shared value constitute the main constraints. These conditions are influenced by limited human resource capacity, weak stakeholder commitment, inadequate coordination mechanisms, limited resources and infrastructure, and the absence of integrated long-term planning. The study underscores the importance of strengthening stakeholder capacity and roles, enhancing sustainable coordination, and formulating inclusive, long-term strategic planning to improve the effectiveness and sustainability of the Pentahelix model.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30