EVALUASI PENERAPAN ISAK 335 DALAM PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PADA YAYASAN SIKOLA MOMBINE: PERSPEKTIF TEORI AKUNTANSI NORMATIF PRAGMATIK
Kata Kunci:
ISAK 335, Laporan Keuangan, Organisasi Nirlaba, Teori Normatif, Teori PragmatikAbstrak
Penyusunan laporan keuangan yang cermat dan terbuka merupakan pondasi utama bagi institusi pengelola dana publik, terutama organisasi yang tidak berorientasi pada keuntungan. Kajian ini menyelidiki sejauh mana Yayasan Sikola Mombine telah mengimplementasikan ketentuan ISAK 335 dalam menyajikan laporan keuangan tahun buku 2024. Dengan menerapkan metode kualitatif deskriptif melalui penelaahan dokumen keuangan serta wawancara terstruktur bersama pengelola keuangan yayasan, kajian ini mempergunakan dua kerangka teoritis secara bersamaan: teori akuntansi normatif yang menilai tingkat kepatuhan terhadap standar berlaku, serta teori akuntansi pragmatik yang mengukur manfaat informasi bagi para pengguna laporan. Hasil analisis mengungkapkan bahwa yayasan telah berhasil menyusun kelima komponen laporan keuangan yang dipersyaratkan ISAK 335, meliputi laporan posisi keuangan, laporan penghasilan komprehensif, laporan perubahan aset neto, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Ditinjau dari sudut pandang pragmatik, informasi yang tersaji dinilai cukup mudah dipahami, tertata secara sistematis, dan relevan dalam menopang akuntabilitas kepada donatur serta pengambilan keputusan para pemangku kepentingan. Kajian ini memberikan sumbangsih pada literatur mutu pelaporan keuangan organisasi nirlaba dan dapat dijadikan acuan bagi lembaga serupa dalam meningkatkan kualitas pelaporannya.
Precise and transparent financial reporting serves as an essential foundation for institutions that manage public funds, especially non-profit entities. This study investigates the degree to which Yayasan Sikola Mombine complies with ISAK 335 in preparing its financial statements for the 2024 fiscal year. Utilizing a descriptive qualitative methodology based on financial document review and structured interviews with the foundation's financial management personnel, this research applies two complementary theoretical frameworks: normative accounting theory, which examines adherence to applicable standards, and pragmatic accounting theory, which assesses the practical usefulness of reported information for end-users. The results reveal that Yayasan Sikola Mombine has successfully compiled all five financial statement components required under ISAK 335, namely the statement of financial position, comprehensive income statement, statement of changes in net assets, cash flow statement, and notes to the financial statements. From a pragmatic standpoint, the information presented is considered sufficiently accessible, well-organized, and meaningful in supporting donor accountability and stakeholder decision-making. This study contributes to the body of literature on non-profit financial reporting quality and may serve as a reference for comparable organizations aiming to strengthen their reporting practices.




