PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DEWAN DIREKSI TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2021–2024
Kata Kunci:
Tingkat Pendidikan, Dewan Direksi, Ukuran Bank, Debt To Equity Ratio (DER), Return On Asset (ROA),Abstrak
Sektor keuangan memegang peranan penting dalam perekonomian, di mana kemampuan menghasilkan laba menjadi tolok ukur krusial bagi kelangsungan usaha suatu perusahaan. Dengan memanfaatkan teori eselon (upper echelons theory) atas bersama teori modal manusia (human capital theory), pengetahuan dan keterampilan anggota dewan direksi muncul sebagai aset tak berwujud yang membentuk pilihan strategis dan memengaruhi kesuksesan finansial. Meskipun demikian, penelitian sebelumnya yang mengkaji hubungan antara latar belakang pendidikan direksi dan margin laba menghasilkan temuan yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menyelidiki secara empiris bagaimana kualifikasi pendidikan dewan direksi memengaruhi hasil keuangan bank dengan mempertimbangkan variabel pengendali seperti Ukuran Bank dan Debt to Equity Ratio (DER). Studi ini berfokus pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021 hingga 2024, yang mencakup total 60 pengamatan. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa, rata-rata, 59,56% anggota dewan direksi memiliki gelar magister (S2) atau doktor (S3). Evaluasi simultan (uji-F) membuktikan bahwa model regresi tersebut valid, yang menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dewan direksi, ukuran bank, dan Debt to Equity Ratio (DER) secara bersama-sama secara signifikan memengaruhi Return On Asset (ROA), dengan koefisien determinasi (R-kuadrat) sebesar 41,52%. Dalam analisis parsial (uji-t), tingkat pendidikan dewan direksi menunjukkan hubungan negatif namun tidak signifikan dengan ROA. Ukuran bank menunjukkan pengaruh positif dan sangat signifikan terhadap ROA, yang menguatkan teori skala ekonomi. Sebaliknya, Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan dampak positif namun tidak signifikan terhadap ROA. Para penulis mengakui adanya beberapa keterbatasan dalam model ini, yang meliputi tanda-tanda heteroskedastisitas pada variabel DER dan adanya autokorelasi positif pada residu suatu fenomena yang sering diamati pada data perbankan yang dicirikan oleh struktur modal yang ekstrem.




