REVIEW : METODE PEMBUATAN, EMULGATOR DAN HUMEKTAN YANG DIGUNAKAN DIDALAM SEDIAAN KRIM

Penulis

  • Maura Maharani Universitas Adiwangsa Jambi
  • Arum Dwi Arimbi Universitas Adiwangsa Jambi
  • Cantika Mentari Universitas Adiwangsa Jambi
  • Ratu Zara Universitas Adiwangsa Jambi
  • Elpa Giovana Zola Universitas Adiwangsa Jambi

Kata Kunci:

Emulgator, Formulasi, Humektan, Krim

Abstrak

Tinjauaan literatur ini bertujuan untuk mengintegrasikan dan mengevaluasi data ilmiah terkini terkait metode pembuatan, jenis jenis emulgator, dan aplikasi humektan sebagai penentu keberhasilan formulasi sediaan krim yang stabil dan efektif. Krim Adalah sediaan semipadat berjenis emulsi yang diakusi sebagai system penghantaran obat tropical yang efektif dan nyaman. Stabilitas merupakan kriteria mutu esensial yang harus dipertahankan untuk mencegah fenomena ketidakstabilan seperti creaming dan koalesens. Hasil sintesis dari 40 artikel ilmiah (rentang 2020-2025) menunjukkan bahwa mayoritas sediaan yang diformulasi Adalah krim tipe Minyak dalam Air (M/A), sering disebut vanishing cream.Dua metode utama yang diaplikasikan adalah pencampuran dan peleburan (Emulsi panas). Dalam konteks emulgator, kombinasi Asan Stearat (7-18%) dan Trietanolamin (TEA) (1.5-4%) Adalah sistem yang paling dominan dan terbukti menghasilan emulsi M/A yang stabil. Selain itu, humektan yang berfungsi menjaga kelembaban produk, seperti Gliserin (5-11%) dan Propilen Glikol (4-15%), secara konsisten diinkorporasikan dalam formulasi.

This literatur review aims to integrate and  evaluate current scientific data regarding the fundamental roles of the manufacturing method, types of emulsifiers, and the application of humectants as key determinants for the successful formulation of stable and effective cream preparations. Cream is a semi-solid preparation of the emulsion type widely recognized as an effective and convenient topical drug delivery system. Stability is an essential quality criterion that must be maintained to prevent instability phenomena such as creaming and coalescence. Synthesis results from 40 scientific articles (ranging from 2020 to 2025) indicate that the mayority of formulations are Oil-in-Water (O/W) type creams, often referred to as vanishing cream. The two primary methods applied are Mixing and Melting (Hot Emulsion). In the Context of emulsifiers, the combination of Stearic Acid (7-18%) and Triethsnolamin (TEA) (1.5-4%) is the most dominant system and has been proven to produce stable O/W emulsions. Futhermore, humectans that function to maintain product moisture and increase skin hydration, such as Glycerin (5-11%) and Propylene Glycol (4-15%), are consistenly incorporated into the foemulation.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28