IMPLEMENTASI ASUHAN KEBIDANAN REMAJA DALAM PENYULUHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI MTSN 03 KOTA PEKANBARU TAHUN 2025”

Penulis

  • Desi Nindya Kirana Institut Kesehatan Payung Negri Pekanbaru
  • Delvita Eka Sari Institut Kesehatan Payung Negri Pekanbaru
  • Dewi Sartika Institut Kesehatan Payung Negri Pekanbaru
  • Azra Ananta Institut Kesehatan Payung Negri Pekanbaru
  • Dinda Aulia Putri Institut Kesehatan Payung Negri Pekanbaru
  • Dila Safitri Institut Kesehatan Payung Negri Pekanbaru

Kata Kunci:

Pengabdian Masyarakat, Remaja, Penyakit Tidak Menular, Asuhan Kebidanan, Edukasi Kesehatan

Abstrak

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang prevalensinya terus meningkat, termasuk pada kelompok usia remaja. Pola hidup tidak sehat yang mulai terbentuk sejak remaja, seperti konsumsi makanan tidak seimbang, kurangnya aktivitas fisik, dan perilaku sedentari, berkontribusi terhadap meningkatnya faktor risiko PTM. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai Penyakit Tidak Menular serta upaya pencegahan dan penanganannya melalui asuhan kebidanan dan edukasi kesehatan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan sederhana, serta konseling individu kepada seluruh murid MTSN 3 Kota Pekanbaru. Salah satu hasil anamnesis pada kegiatan ini ditemukan remaja usia 14 tahun dengan indeks massa tubuh (IMT) 30,9 kg/m² (obesitas) disertai keluhan sering sesak dan nyeri haid (dismenore). Materi edukasi mencakup pengertian PTM, jenis-jenis PTM pada remaja, faktor risiko, dampak, serta upaya pencegahan dan pengendalian secara dini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja terhadap PTM, meningkatnya kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat, serta komitmen untuk menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menunjukkan bahwa asuhan kebidanan berbasis edukasi kesehatan di lingkungan sekolah efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam pencegahan PTM pada remaja.

Non-Communicable Diseases (NCDs are a major public health problem with an increasing prevalence, including among adolescents. Unhealthy lifestyle behaviors developed during adolescence, such as unbalanced diets, lack of physical activity, and sedentary behavior, contribute significantly to NCD risk factors. This community service activity aimed to improve adolescents’ knowledge and awareness of Non-Communicable Diseases and their prevention through midwifery care and health education. The methods included health education sessions, basic health screening, and individual counseling for all students of MTSN 3 Pekanbaru City. One anamnesis result identified a 14-year-old adolescent with a body mass index (BMI) of 30.9 kg/m² (obesity), accompanied by complaints of shortness of breath and dysmenorrhea. The educational materials covered the definition of NCDs, types of NCDs among adolescents, risk factors, impacts, and early prevention and control strategies. The results showed improved adolescents’ understanding of NCDs, increased awareness of healthy lifestyle importance, and commitment to adopting healthy behaviors. This activity demonstrates that school-based midwifery care combined with health education is effective as a promotive and preventive strategy for preventing NCDs among adolescents.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28