KAJIAN HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU KENAKALAN PADA REMAJA : PENELITIAN PADA SMP NEGERI DI KOTA SEMARANG, INDONESIA

Penulis

  • Vivin Kurniasari Universitas Islam Sultan Agung Semarang
  • Nopi Nur Khasanah Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Kata Kunci:

Pola Asuh Orang Tua, Pola Asuh Otoriter, Pola Asuh Permisif, Pola Asuh Demokratis, Kenakalan Remaja

Abstrak

Latar Belakang : Masa remaja merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan seorang individu dari fase anak-anak menuju fase dewasa. Pada periode ini seorang individu akan mengalami perubahan yang cukup signifikan pada fisik, sosial dan psikologisnya, bahkan rentan sekali terpapar suatu masalah, termasuk kenakalan remaja. Dalam hal ini, pola asuh orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk jati diri seorang remaja. Pola asuh otoriter dan permisif sering kali memiliki keterkaitan dengan terjadinya perilaku negatif seorang anak, sedangkan pola asuh demokratis yang umumnya menjadi pola asuh yang lebih adaptif terhadap perkembangan seorang anak. Namun, bukti empiris terkait hubungan antara pola asuh dengan perilaku kenakalan di Indonesia, khususnya pada siswa sekolah menengah pertama, masih terbatas. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 226 siswa kelas VIII dari dua Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Semarang, Indonesia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas untuk mengukur pola asuh orang tua (otoriter, permisif, dan demokratis), serta perilaku kenakalan pada remaja. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil : Hasil dalam penelitian ini menunjukkan adanya korelasi positif yang kuat dan signifikan anatara pola asuh otoriter dengan perilaku kenakalan remaja (ρ = 0,000; r = 0,736). Pola asuh permisif menunjukkan korelasi positif yang lemah namun signifikan dengan perilaku kenakalan remaja (ρ = 0,000; r = 0,235). Sebaliknya, tidak ditemukannya hubungan yang signifikan pada pola asuh demokratis dengan perilaku kenakalan remaja (ρ = 0,090; r = 0,113). Kesimpulan : Pola asuh otoriter dan permisif terbukti secara statistik memiliki hubungan yang signifikan dengan terjadinya peningkatan perilaku kenakalan pada remaja, sedangkan pola asuh demokratis tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan terjadinya perilaku kenakalan remaja. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan pola asuh yang tepat, suportif, dan adaptif sebagai upaya strategi pencegahan perilaku kenakalan pada remaja.

Background: Adolescence is a period of growth and development during which individuals transition from childhood to adulthood. During this stage, individuals experience significant physical, social, and psychological changes and are highly vulnerable to various problems, including juvenile delinquency. In this context, parenting plays a crucial role in shaping adolescents’ identity. Authoritarian and permissive parenting styles are often associated with negative child behaviors, whereas democratic parenting is generally considered more adaptive to child development. However, empirical evidence regarding the relationship between parenting styles and delinquent behavior in Indonesia, particularly among junior high school students, remains limited. Methods: This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 226 eighth-grade students from two public junior high schools in Semarang City, Indonesia. Data were collected using Likert-scale questionnaires that had been tested for validity and reliability to measure parenting styles (authoritarian, permissive, and democratic) and adolescent delinquent behavior. Data analysis was conducted using Spearman’s rho correlation test. Results: The findings showed a strong and significant positive correlation between authoritarian parenting and adolescent delinquent behavior (ρ = 0.000; r = 0.736). Permissive parenting demonstrated a weak but significant positive correlation with delinquent behavior (ρ = 0.000; r = 0.235). Conversely, no significant relationship was found between democratic parenting and adolescent delinquent behavior (ρ = 0.090; r = 0.113). Conclusion: Authoritarian and permissive parenting styles were statistically proven to have a significant relationship with increased adolescent delinquent behavior, whereas democratic parenting showed no significant association. These findings emphasize the importance of implementing appropriate, supportive, and adaptive parenting strategies as a preventive measure against adolescent delinquency.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28