PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN JAHE HANGAT TERHADAP INTENSITAS NYERI KALA I FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN
Kata Kunci:
Minuman Jahe Hangat, Nyeri Persalinan, Kala I Fase Aktif, Non-FarmakologisAbstrak
Latar Belakang : Nyeri saat persalinan merupakan salah satu keluhan utama yang dialami ibu bersalin, terutama pada kala I fase aktif yang dapat menyebabkan ketegangan, kelelahan dan kecemasan, untuk mengatasi nyeri pada persalinan, ada beberapa cara baik dengan obat-obatan (farmakologis) maupun tanpa menggunakan obat-obatan (non-farmakologis). Salah satu cara yang aman, murah dan mudah di dapatkan adalah dengan menggunakan metode non farmakologis. Salah satu metode non-farmakologis yang dapat digunakan yaitu dengan mengkonsumsi minuman jahe hangat. Jahe termasuk tanaman herbal yang mengandung zat gingerol dan shagaol yang dimana terdapat efek pereda nyeri alami. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dari minuman jahe hangat terhadap intensitas nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif di RSI Sunan Kudus. Metode penelitian : Metode pada penelitian ini yaitu menggunakan desain quasi eksperimen (eksperimen semu) khususnya dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Desain ini melibatkan satu kelompok subjek penelitian yaitu ibu bersalin kala I fase aktif di RSI Sunan Kudus yang akan diberikan perlakuan (intervensi) berupa pemberian minuman jahe hangat. Pengukuran variabel terikat yaitu intensitas nyeri yang akan dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum (pre-test) dan sesudah (posttest) pemberian intervensi. Sampel penelitian berjumlah 46 ibu bersalin kala I fase aktif yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil Penelitian : Sebelum diberikan minuman jahe hangat, sebagian besar responden mengalami nyeri berat sebanyak 35 orang (76,1%), sedangkan nyeri sedang sebanyak 11 orang (23,9%). Setelah intervensi, mayoritas responden mengalami nyeri sedang sebanyak 36 orang (78,3%) dan nyeri berat menurun menjadi 10 orang (21,7%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z sebesar -5,993 dengan p-value <0,001, yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian minuman jahe hangat terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif. Kesimpulan : Pemberian minuman jahe hangat berpengaruh signifikan dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis yang aman, efektif, dan mudah diterapkan dalam praktik kebidanan.



