HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KEJADIAN NYERI BAHU PADA PETANI DI DESA TAMBAKSARI KIDUL PURWOKERTO
Kata Kunci:
Petani, Beban Kerja, Nyeri BahuAbstrak
Latar Belakang: Nyeri bahu merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang umum dialami oleh petani akibat aktivitas fisik yang berat, posisi kerja yang tidak ergonomis, serta penggunaan alat bertani yang berisiko. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan keluhan nyeri bahu pada petani di Desa Tambaksari Kidul, Kabupaten Banyumas. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Sampel sebanyak 50 petani dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner beban kerja berdasarkan durasi dan masa kerja, riwayat trauma, kuesioner SPADI (Shoulder Pain and Disability Index), serta pengukuran indeks massa tubuh. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square dan regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 62% responden mengalami nyeri bahu. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara beban kerja dan nyeri bahu (p = 0,901). Hasil analisis regresi logistik menunjukkan indeks massa tubuh (p = 0,029; OR = 5,26) dan riwayat trauma bahu (p = 0,008; OR = 12,67) memiliki hubungan dengan keluhan nyeri bahu. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara beban kerja dengan keluhan nyeri bahu. Keluhan nyeri bahu berhubungan dengan indeks massa tubuh dan riwayat trauma, sehingga penting dilakukan upaya preventif dan intervensi ergonomi.
Background: Shoulder pain is one of the most common musculoskeletal complaints experienced by farmers due to repetitive physical activity, awkward working posture, and poor ergonomic practices in traditional farming. Objective: This study aimed to determine the relationship between workload and the incidence of shoulder pain among farmers at Tambaksari Kidul Village, Banyumas Regency. Methodology: The study used a cross-sectional design. A total of 50 male farmers were selected using purposive sampling based. Data were collected using a qualitative workload questionnaire, the Shoulder Pain and Disability Index, and physical measurements including body mass index and trauma history. Data were analyzed using chi-square and logistic regression tests. Results: The findings showed that 62% of respondents experience shoulder pain. There is no significant relationship between workload and shoulder pain (p = 0.901). However, farmers with high body mass index (p = 0.029; OR = 5.26) and a history of shoulder trauma (p = 0.008; OR = 12.67) are significantly more likely to report shoulder pain. Conclusion: There was no relationship between workload and shoulder pain among farmers. Nevertheless, body mass index and a history of trauma are confirmed as significant risk factors for shoulder pain. Preventive and ergonomic interventions are needed to reduce the prevalence of shoulder complaints in farming populations.



