EFEKTIVITAS PEMBERIAN JAHE HANGAT TERHADAP PENURUNAN MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER PERTAMA DI KLINIK PRATAMA LYDIA SIFRA KABUPATEN KUDUS
Kata Kunci:
Jahe Hangat, Mual Muntah, Kehamilan Trimester Pertama, PUQEAbstrak
Latar Belakang: Mual muntah pada kehamilan atau Nausea and Vomiting in Pregnancy (NVP) merupakan keluhan yang umum terjadi pada trimester pertama dan dapat kenyamanan ibu hamil. Terapi farmakologis sering menimbulkan kekhawatiran terhadap efek samping, sehingga diperlukan alternatif nonfarmakologis yang aman, salah satunya jahe (Zingiber officinale). Jahe diketahui memiliki kandungan gingerol dan shogaol yang berperan dalam menekan refleks mual muntah Tujuan: Mengetahui efektivitas pemberian jahe hangat terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester pertama. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 48 ibu hamil trimester pertama yang mengalami mual muntah di Klinik Pratama Lydia Sifra Kabupaten Kudus, diambil dengan teknik total sampling. Intervensi berupa seduhan jahe hangat (2,5 gram jahe segar diseduh dalam 250 ml air panas) diberikan dua kali sehari selama empat hari. Pengukuran menggunakan instrumen PUQE-24 (Pregnancy-Unique Quantification of Emesis). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan α = 0,05. Hasil: Sebelum intervensi, mayoritas responden mengalami mual muntah kategori sedang. Setelah intervensi, terjadi penurunan skor mual muntah pada sebagian besar responden. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian jahe hangat. Kesimpulan: Pemberian jahe hangat efektif secara signifikan dalam menurunkan mual muntah pada ibu hamil trimester pertama. Jahe hangat dapat direkomendasikan sebagai terapi komplementer yang aman dan mudah diterapkan.



