PENERAPAN TERAPI NAFAS DALAM PADA PASIEN DENGAN RESIKO PERILAKU KEKERASAN (RPK) DI RANAP PSIKIATRI JAKARTA TIMUR: CASE STUDY

Penulis

  • Eva Cahyani Natalie Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus
  • Jesika Pasaribu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint Carolus

Kata Kunci:

Relaksasi Nafas Dalam, Resiko Perilaku Kekerasan, Skizofrenia

Abstrak

Kesehatan jiwa menjadi salah satu tantangan kesehatan global yang paling krusial saat ini, gangguan jiwa mencakup gangguan dalam aspek berpikir (kognitif), perasaan (afektif) dan tindakan (psikomotor). Resiko perilaku kekerasan didefinisikan sebagai bentuk respon maladaptif yang mucul dari lingkungan. Selain menggunakan terapi farmakologis, terapi non farmakologis juga dibutuhkan bagi pasien untuk mengontrol perilaku kekerasan seperti teknik relaksasi nafas dalam. Teknik relaksasi nafas dalam adalah terapi mandiri berupa pengaturan pola pernapasan yang dilakukan secara lambat, berirama, dan teratur. Tujuan penerapan terapi ini yakni menilai keefektifan penerapan teknik relaksasi nafas dalam untuk mengontrol marah dan menurunkan tanda gejala pada pasien dengan resiko perilaku kekerasan. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus melalui wawancara, lembar observasi tanda gejala dan rekam medis pasien. Subjek penelitian ini yakni An.B usia 14 tahun. Setelah penerapan terapi nafas dalam selama tiga kali pertemuan dalam tiga hari berturut-turut selama 10-15 menit, pasien menunjukkan adanya perubahan perilaku sebelum dan sesudah pemberian terapi tarik nafas dalam, terapi ini efektif dapat membantu mengendalikan amarah dan peningkatan pengendalian diri.

Mental health is one of the most crucial global health challenges today. Mental disorders include disturbances in thinking (cognitive), feelings (affective), and actions (psychomotor). The risk of violent behavior is defined as a form of maladaptive response that arises from the environment. In addition to pharmacological therapy, non-pharmacological therapy is also needed for patients to control violent behavior, such as deep breathing relaxation techniques. Deep breathing relaxation techniques are a form of self-administered therapy involving the regulation of breathing patterns that are performed slowly, rhythmically, and regularly. The purpose of this therapy is to assess the effectiveness of deep breathing relaxation techniques in controlling anger and reducing symptoms in patients at risk of violent behavior. This study used a case study design through interviews, observation of symptoms, and patient medical records. The subject of this study was An.B, aged 14 years. After applying deep breathing therapy for three sessions over three consecutive days for 10-15 minutes, the patient showed behavioral changes before and after the deep breathing therapy. This therapy was effective in helping to control anger and improve self-control.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-30