EFEKTIVITAS WAKTU INDUKSI DAN PEMULIHAN PADA MANAJEMEN JALAN NAPAS MENGGUNAKAN LMA DENGAN PROSEDUR ORIF PADA EKSTERMITAS ATAS
Kata Kunci:
LMA, Waktu Induksi, Waktu Pemulihan, ORIF, Anestesi Umum, Ekstremitas AtasAbstrak
Open Reduction Internal Fixation (ORIF) merupakan tindakan definitif pada fraktur ekstremitas atas yang membutuhkan anestesi umum dengan pengelolaan jalan napas yang aman dan efektif. Penggunaan Laryngeal Mask Airway (LMA) pada prosedur anestesi umum diketahui memberikan keuntungan berupa pemasangan yang lebih mudah, stabilitas hemodinamik yang baik, serta risiko iritasi jalan napas yang minimal. Efektivitas LMA terhadap waktu induksi dan pemulihan menjadi aspek penting dalam optimalisasi pelayanan anestesi. Tujuan: Melaporkan efektivitas waktu induksi dan pemulihan pada lima pasien yang menjalani prosedur ORIF ekstremitas atas dengan penggunaan LMA di Instalasi Bedah Sentral RSUD Bagas Waras Klaten. Hasil: Seluruh pasien menunjukkan kondisi hemodinamik yang stabil sejak fase induksi hingga akhir pembedahan. Pemasangan LMA berhasil pada satu kali percobaan pada lima pasien tanpa komplikasi respirasi. Waktu induksi tercapai dengan cepat dan menunjukkan keseragaman antar pasien. Pada fase pemulihan, seluruh pasien mencapai kesadaran adekuat dalam waktu singkat tanpa keluhan nyeri tenggorokan, batuk, maupun laringospasme. Pasien memenuhi kriteria pulih sadar dengan baik dan menunjukkan respons yang stabil di ruang pemulihan.
Open Reduction and Internal Fixation (ORIF) is a definitive procedure for upper extremity fractures that requires general anesthesia with safe and effective airway management. The use of Laryngeal Mask Airway (LMA) in general anesthesia provides several advantages, including easier insertion, improved hemodynamic stability, and a lower risk of airway irritation. Evaluating the effectiveness of LMA on induction and recovery times is essential for optimizing anesthetic care. Objective: To report the effectiveness of induction and recovery times in five patients undergoing upper extremity ORIF using LMA at the Surgical Center of RSUD Bagas Waras Klaten. Results: All patients demonstrated stable hemodynamic parameters throughout induction and surgery. LMA insertion was successful on the first attempt in all five patients, with no respiratory complications observed. Induction time was achieved rapidly and consistently across patients. During the recovery phase, all patients regained adequate consciousness in a short duration without airway-related complaints such as sore throat, coughing, or laryngospasm. Recovery scores were achieved promptly, and patients remained stable in the post-anesthesia care unit.



