FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STBM PILAR PERTAMA STOP BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN DI DESA PONDOK BATU KECAMATAN BILAH HULU KABUPATEN LABUHAN BATU
Kata Kunci:
Buang Air Besar Sembarangan, Pilar Pertama, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, Pengetahuan, Sikap, Pekerjaan, Status EkonomiAbstrak
Latar belakang: Buang Air Besar Sembarangan (BABS) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Desa Pondok Batu, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhan Batu. Kebiasaan ini meningkatkan risiko penularan penyakit dan menunjukkan rendahnya pemahaman serta penerapan sanitasi yang baik. Tujuan penelitian ini: untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku STOP BABS sebagai pilar pertama Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan survei analitik pada tahun 2025. Populasi penelitian adalah Masyarakat yang tinggal di Desa Pondok Batu, dengan sampel sebanyak 70 orang yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan dan sikap baik terhadap STOP BABS, namun sebagian besar berpenghasilan rendah dan belum bekerja. Sebanyak 67,1% responden masih melakukan BABS, sementara 32,9% menggunakan jamban. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan (p=0,037), sikap (p=0,047), pekerjaan (p=0,001), dan status ekonomi (p=0,032) berhubungan signifikan dengan perilaku BABS, sedangkan pendidikan tidak berhubungan signifikan (p=0,733). Kesimpulan: Faktor pengetahuan, sikap, pekerjaan, dan status ekonomi berperan penting dalam perilaku STOP BABS. Disarankan intervensi kesehatan memperkuat aspek-aspek tersebut untuk meningkatkan perilaku penggunaan jamban di masyarakat.
Background: Open Defecation (ODF) remains a public health challenge in Pondok Batu Village, Bilah Hulu District, Labuhan Batu Regency. This habit increases the risk of disease transmission and indicates a low understanding and implementation of good sanitation. The purpose of this study: to determine the factors associated with the behavior of OPENING DEFENSE as the first pillar of Community-Based Total Sanitation (STBM). Research method: This study uses a quantitative design with an analytical survey approach in 2025. The study population was heads of families in Pondok Batu Village, with a sample of 70 people selected randomly. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using univariate and bivariate analysis with the chi-square statistical test. The results showed that the majority of respondents had good knowledge and attitudes towards OPENING DEFENSE, but most had low incomes and were unemployed. As many as 67.1% of respondents still practiced OPENING DEFENSE, while 32.9% used latrines. Bivariate analysis showed that knowledge (p=0.037), attitude (p=0.047), occupation (p=0.001), and economic status (p=0.032) were significantly associated with open defecation behavior, while education was not significantly associated (p=0.733). Conclusion: Knowledge, attitude, occupation, and economic status play an important role in open defecation behavior. Health interventions are recommended to strengthen these aspects to improve toilet use behavior in the community.



