HUBUNGAN STATUS GIZI DAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN LAHIR BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUARA BENGKAL
Kata Kunci:
Status Gizi, Hemoglobin, Berat Badan Lahir Bayi, BBLRAbstrak
Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi tantangan serius di Indonesia, di mana salah satu penyebab utamanya adalah Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal, terutama status gizi dan kadar hemoglobin ibu selama masa kehamilan. Diketahuinya hubungan status gizi dan kadar hemoglobin ibu hamil dengan berat badan lahir bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Bengkal tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik cross sectional. Populasi adalah semua ibu hamil wilayah kerja Puskesmas Muara Bengkal tahun 2025 berjumlah 134 orang dengan sampel 100 yang ditentukan dengan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dari buku kohort persalinan. Analisis data menggunakan uji statistik Spearman’s Rank. Pada status gizi ibu sebagian besar normal yaitu sebanyak 62,0%, kadar hemoglobin sebagian besar normal yaitu 62,0% dan berat badan lahir pada bayi sebagian besar dengan berat badan normal yaitu 53,0%. Berdasarkan Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status gizi dengan berat badan lahir bayi (p-value 0,007) dengan kekuatan korelasi lemah (r=0,267). Terdapat pula hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dengan berat badan lahir bayi (p-value 0,000) dengan kekuatan korelasi sedang (r=0,451). Status gizi dan kadar hemoglobin ibu hamil berhubungan secara signifikan terhadap berat badan lahir bayi. Intervensi gizi dan pemantauan kadar Hb sejak masa antenatal sangat penting untuk menekan angka kejadian BBLR.
Kata Kunci: Status Gizi, Hemoglobin, Berat Badan Lahir Bayi, BBLR.
ABSTRACT
Infant Mortality Rate (IMR) remains a serious challenge in Indonesia, with one of the main contributing factors being Low Birth Weight (LBW). This condition is influenced by various maternal factors, particularly maternal nutritional status and hemoglobin levels during pregnancy. To determine the relationship between maternal nutritional status and hemoglobin levels with infant birth weight in the working area of Muara Bengkal Public Health Center in 2025. This study employed a quantitative approach with an analytic cross-sectional design. The population consisted of all pregnant women in the working area of Muara Bengkal Public Health Center in 2025, totaling 134 individuals, with a sample of 100 selected using simple random sampling. Data were collected using secondary data from maternity cohort records. Data analysis was conducted using Spearman’s Rank statistical test. Most mothers had normal nutritional status (62.0%), most had normal hemoglobin levels (62.0%), and the majority of infants were born with normal birth weight (53.0%). Statistical analysis showed a significant relationship between maternal nutritional status and infant birth weight (p-value = 0.007) with a weak correlation (r = 0.267). There was also a significant relationship between maternal hemoglobin levels and infant birth weight (p-value = 0.000) with a moderate correlation (r = 0.451). Maternal nutritional status and hemoglobin levels have a significant and positive relationship with infant birth weight. Nutritional interventions and monitoring of hemoglobin levels during the antenatal period are essential to reduce the incidence of low birth weight.




