HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM TABLET TAMBAH DARAH DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUARA BENGKAL

Penulis

  • Riska yulanda Itkes Wiyata Husada
  • Widya Astutik Itkes Wiyata Husada

Kata Kunci:

Kepatuhan TTD, Status Gizi, Anemia, Ibu Hamil Trimester III

Abstrak

Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil trimester III merupakan masalah kesehatan serius yang dapat meningkatkan risiko perdarahan saat persalinan, BBLR, hingga kematian ibu dan bayi. Angka kejadian anemia pada ibu hamil di Kabupaten Kutai Timur menunjukkan adanya fluktuasi dengan kecenderungan menurun antar wilayah. Faktor utama yang diduga berpengaruh adalah kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dan status gizi ibu. Tujuan: Diketahuinya hubungan kepatuhan minum tablet tambah darah dan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Bengkal tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel penelitian adalah semua ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Bengkal berjumlah 40 responden yang diambil secara total smapling. Data diperoleh dari buku kohort ibu hamil dan lembar pencatatan. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: mayoritas responden tidak patuh mengonsumsi TTD (55,0%), mayoritas dengan status gizi lebih (45,0% dan kejadian anemia 27,5%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikan antara kepatuhan minum TTD (p-value = 0,000) dan nilai signifikan status gizi (p-value = 0,000). Simpulan: Ada hubungan kepatuhan minum tablet tambah darah dan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III. Ibu hamil yang patuh mengonsumsi TTD dan memiliki status gizi baik cenderung tidak mengalami anemia.

Infant Mortality Rate (IMR) remains a serious challenge in Indonesia, with one of the main contributing factors being Low Birth Weight (LBW). This condition is influenced by various maternal factors, particularly maternal nutritional status and hemoglobin levels during pregnancy. To determine the relationship between maternal nutritional status and hemoglobin levels with infant birth weight in the working area of Muara Bengkal Public Health Center in 2025. This study employed a quantitative approach with an analytic cross-sectional design. The population consisted of all pregnant women in the working area of Muara Bengkal Public Health Center in 2025, totaling 134 individuals, with a sample of 100 selected using simple random sampling. Data were collected using secondary data from maternity cohort records. Data analysis was conducted using Spearman’s Rank statistical test. Most mothers had normal nutritional status (62.0%), most had normal hemoglobin levels (62.0%), and the majority of infants were born with normal birth weight (53.0%). Statistical analysis showed a significant relationship between maternal nutritional status and infant birth weight (p-value = 0.007) with a weak correlation (r = 0.267). There was also a significant relationship between maternal hemoglobin levels and infant birth weight (p-value = 0.000) with a moderate correlation (r = 0.451). Maternal nutritional status and hemoglobin levels have a significant and positive relationship with infant birth weight. Nutritional interventions and monitoring of hemoglobin levels during the antenatal period are essential to reduce the incidence of low birth weight.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29