FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DIPUSKESMAS KALIORANG
Kata Kunci:
Anemia, Ibu Hamil, Pendidikan, Status Gizi, UsiaAbstrak
Latar belakang: Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan serius yang berkontribusi pada angka kematian ibu dan bayi. Wilayah Puskesmas Kaliorang, angka kejadian anemia mengalami peningkatan dari 76 kasus pada tahun 2023 menjadi 90 kasus pada tahun 2024. Tujuan: Diketahuinya faktor-faktor (usia, pendidikan, paritas, jarak kelahiran, dan status gizi) yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kaliorang tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kaliorang periode Januari-Agustus 2025 dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Data sekunder diperoleh dari rekam medis dan laporan KIA, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact Test. Hasil: Dari 73 responden, sebanyak 27 ibu hamil (37,0%) mengalami anemia. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia (p < 0,05), pendidikan (p < 0,05), dan status gizi (p < 0,05) dengan kejadian anemia. Sebaliknya, faktor paritas dan jarak kelahiran tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik dalam penelitian ini. Kesimpulan: Faktor usia, pendidikan, dan status gizi merupakan determinan penting kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kaliorang. Perlu adanya penguatan edukasi gizi dan pemantauan antenatal yang lebih intensif pada kelompok ibu yang berisiko.
Background: Anemia in pregnant women remains a serious public health problem that contributes to maternal and neonatal mortality. At Kaliorang Public Health Center, the number of anemia cases increased from 76 cases in 2023 to 90 cases in 2024. Objective: To analyze factors (age, education, parity, birth spacing, and nutritional status) associated with the incidence of anemia among pregnant women at Kaliorang Public Health Center in 2025. Methods: This study employed an analytic observational design with a cross-sectional approach. The study population consisted of all pregnant women in the working area of Kaliorang Public Health Center from January to August 2025. Samples were selected using a simple random sampling technique. Secondary data were obtained from medical records and Maternal and Child Health (MCH) reports, and were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test and Fisher’s Exact Test. Results: Of the 73 respondents, 27 pregnant women (37.0%) were found to have anemia. Bivariate analysis showed significant associations between age (p < 0.05), education (p < 0.05), and nutritional status (p < 0.05) and the incidence of anemia. In contrast, parity and birth spacing were not statistically significantly associated with anemia in this study.Conclusion: Age, education, and nutritional status are important determinants of anemia among pregnant women at Kaliorang Public Health Center. Strengthening nutritional education and more intensive antenatal monitoring for high-risk groups are necessary.




