HUBUNGAN STATUS GIZI DAN LAMA MENSTRUASI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 1 MUARA BENGKAL

Penulis

  • Rosalia Devi Intitut Teknologi Kesehatan Dan Sains Wiyata Husada Samarinda
  • Tuti Merhartati Intitut Teknologi Kesehatan Dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Kata Kunci:

Anemia, Status Gizi, Lama Menstruasi, Remaja Putri

Abstrak

Latar Belakang: Masa remaja merupakan fase pertumbuhan pesat yang meningkatkan kebutuhan gizi, terutama bagi remaja putri yang mengalami menstruasi. Masalah kesehatan utama pada periode ini adalah anemia. Di SMPN 1 Muara Bengkal, menunjukkan 55,5% remaja putri mengalami anemia, yang diduga berkaitan dengan kondisi status gizi dan pola menstruasi. Tujuan: Diketahuinya hubungan antara status gizi dan lama menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 1 Muara Bengkal tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Sampel berjumlah 140 siswi SMPN 1 Muara Bengkal yang dipilih dengan tekinik stratified random sampling. Data dikumpulkan secara langsung berat badan dan tinggi badan untuk status gizi (IMT), kuesioner untuk lama menstruasi, serta pemeriksaan kadar Hemoglobin (Hb). Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki status gizi normal (54,3%), lama menstruasi normal (73,6%), dan tidak mengalami anemia (63,6%). Variabel status gizi diperoleh nilai p-value = 0,000, dan untuk variabel lama menstruasi diperoleh nilai p-value = 0,000. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan lama menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 1 Muara Bengkal tahun 2026. Disarankan bagi pihak sekolah dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi gizi seimbang dan manajemen kesehatan reproduksi bagi remaja putri.

Background: Adolescence is a period of rapid growth that increases nutritional requirements, especially for adolescent girls who experience menstruation. One of the major health problems during this period is anemia. At SMPN 1 Muara Bengkal, 55.5% of adolescent girls were found to be anemic, which is suspected to be associated with nutritional status and menstrual patterns. Objective: To determine the relationship between nutritional status and duration of menstruation with the incidence of anemia among adolescent girls at SMPN 1 Muara Bengkal in 2026. Methods: This was a quantitative study with a cross-sectional design. The sample consisted of 140 female students of SMPN 1 Muara Bengkal selected using a stratified random sampling technique. Data were collected through direct measurements of body weight and height to determine nutritional status (BMI), questionnaires to assess menstrual duration, and hemoglobin (Hb) level examinations. Data were analyzed using the Chi-Square statistical test. Results: Most respondents had normal nutritional status (54.3%), normal menstrual duration (73.6%), and were not anemic (63.6%). The nutritional status variable showed a p-value of 0.000, and the menstrual duration variable also showed a p-value of 0.000. Conclusion: There is a significant relationship between nutritional status and duration of menstruation with the incidence of anemia among adolescent girls at SMPN 1 Muara Bengkal in 2026. It is recommended that schools and healthcare providers enhance education on balanced nutrition and reproductive health management for adolescent girls.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29