HUBUNGAN JARAK TEMPUH DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN MINAT IBU DALAM MENGGUNAKAN AKDR DI WILAYAH PUSKESMAS KOMBENG KUTAI TIMUR

Penulis

  • Jenny Tamba Institut Teknologi Kesehatan & Sains Wiyata Husada Samarinda
  • Sucita Tripertiwi Institut Teknologi Kesehatan & Sains Wiyata Husada Samarinda

Kata Kunci:

AKDR, Jarak Tempuh, Dukungan Suami, Minat Ibu

Abstrak

Latar Belakang: Pemanfaatan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) sebagai salah satu metode kontrasepsi jangka panjang di wilayah kerja Puskesmas Kombeng masih tergolong rendah dibandingkan dengan metode kontrasepsi jangka pendek. Rendahnya minat penggunaan AKDR ini diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya faktor aksesibilitas seperti jarak tempuh menuju fasilitas kesehatan serta faktor penguat seperti dukungan dari suami. Tujuan: teranalisis hubungan antara jarak tempuh dan dukungan suami dengan minat ibu dalam menggunakan AKDR di wilayah kerja Puskesmas Kombeng, Kutai Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 103 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki minat tinggi dalam menggunakan AKDR (61,2%). Mayoritas responden memiliki jarak tempuh kategori dekat (58,3%) dan memperoleh dukungan suami yang baik (65,0%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jarak tempuh dan dukungan suami dengan minat ibu dalam menggunakan AKDR (p-value < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara jarak tempuh dan dukungan suami terhadap minat ibu dalam menggunakan AKDR. Disarankan tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi serta melibatkan suami dalam konseling keluarga berencana.

Background: The utilization of the Intrauterine Device (IUD) as a long-term contraceptive method in the working area of Kombeng Community Health Center remains relatively low compared to short-term contraceptive methods. This low level of interest in IUD use is presumed to be influenced by several factors, including accessibility factors such as distance to health facilities, as well as reinforcing factors such as support from husbands. Objective: To analyze the relationship between travel distance and husband’s support with women’s interest in using IUDs in the working area of Kombeng Community Health Center, East Kutai.Methods: This study employed a quantitative method with a descriptive-analytic design using a cross-sectional approach. The sample consisted of 103 respondents selected through simple random sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed through univariate and bivariate analysis using the chi-square test.Results: The findings showed that the majority of respondents had a high interest in using IUDs (61.2%). Most respondents had a short travel distance (58.3%) and received good support from their husbands (65.0%). Statistical analysis indicated a significant relationship between travel distance and husband’s support with women’s interest in using IUDs (p-value < 0.05). Conclusion: There is a significant relationship between travel distance and husband’s support and women’s interest in using IUDs. It is recommended that healthcare providers enhance educational efforts and involve husbands in family planning counseling.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30