HUBUNGAN KEAKTIFAN PENGGUNA MEDIA SOSIAL DAN SIKAP REMAJA DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA DI DESA PERIDAN, KABUPATEN KUTAI TIMUR

Penulis

  • Rasmawati Institut Teknologi Kesehatan Dan Sains Wiyata Husada Samarinda
  • Gita Masyita Institut Teknologi Kesehatan Dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Kata Kunci:

Media Sosial, Sikap, Perilaku Seksual Pranikah, Remaja

Abstrak

Latar Belakang: Masa remaja ditandai dengan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap seksualitas. Fenomena perilaku seksual pranikah semakin meningkat seiring dengan kemudahan akses informasi melalui media sosial yang seringkali menormalisasi perilaku tersebut. Selain faktor eksternal, sikap internal remaja juga menentukan kecenderungan mereka dalam melakukan atau menghindari perilaku berisiko. Tujuan: Menganalisis hubungan antara keaktifan pengguna media sosial dan sikap remaja dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di Desa Peridan, Kabupaten Kutai Timur. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 64 remaja yang dipilih secara stratified random sampling di Desa Peridan yang dipilih menggunakan teknik tertentu. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dan analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki keaktifan media sosial yang tinggi (64,1%), sikap negatif terhadap seks pranikah (56,3%), dan perilaku seksual tidak berisiko (53,1%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara keaktifan media sosial (p=0,048) dan sikap remaja (p=0,000) dengan perilaku seksual pranikah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara keaktifan pengguna media sosial dan sikap remaja dengan perilaku seksual pranikah di Desa Peridan. Semakin tinggi keaktifan media sosial dan semakin permisif sikap remaja, maka semakin besar risiko terjadinya perilaku seksual pranikah.

Background: Adolescence is characterized by a high level of curiosity about sexuality. The phenomenon of premarital sexual behavior has increasingly risen along with easier access to information through social media, which often normalizes such behavior. In addition to external factors, adolescents’ internal attitudes also play a crucial role in determining their tendency to engage in or avoid risky behaviors. Objective: To analyze the relationship between social media use intensity and adolescents’ attitudes with premarital sexual behavior among adolescents in Peridan Village, East Kutai Regency. Methods: This study employed a quantitative research design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 64 adolescents selected through stratified random sampling in Peridan Village. Data were collected using a questionnaire, and statistical analysis was performed using the Chi-Square test. Results: The majority of respondents had high social media use intensity (64,1%), negative attitudes toward premarital sex (56.3%), and non-risky sexual behavior (53.1%). The Chi-Square test results indicated a significant relationship between social media use intensity (p = 0.048) and adolescents’ attitudes (p = 0.000) with premarital sexual behavior. Conclusion: There is a significant relationship between social media use intensity and adolescents’ attitudes with premarital sexual behavior in Peridan Village. The higher the intensity of social media use and the more permissive the adolescents’ attitudes, the greater the risk of engaging in premarital sexual behavior.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30