PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG SKRINING HIPERTIROID KONGENITAL BAYI BARU LAHIR DI PUSKESMAS BATU AMPAR
Kata Kunci:
Pendidikan, Kesehatan, Pengetahuan, Ibu Hamil, Skrining Hipertiroid KongenitalAbstrak
Latar Belakang: Hipotiroid kongenital (HK) dapat menyebabkan gangguan perkembangan kognitif secara permanen jika tidak dideteksi dengan baik melalui skrining. Kurangnya pengetahuan ibu hamil menjadi hambatan yang utama dalam partisipasi mereka untuk mengikuti program skrining HK di Puskesmas Batu Ampar. Tujuan: Diketahuinya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil tentang skrining hipertiroid kongenital bayi baru lahir di Puskesmas Batu Ampar tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian adalah semua ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Batu Ampar tahun 2025 periode Oktober dengan sampel sebanyak 60 orang terdiri dari ibu hamil yang ditentukan menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan intervensi berupa Pendidikan Kesehatan hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden dengan kategori kurang, yaitu sebanyak 68,3% dan setelah intervensi sebagian besar dengan kategori baik yaitu sebanyak 48,3% dengan nilai rata-rata meningkat dari 6,95 untuk pretest menjadi 11,72 untuk posttest. Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p < 0,05, yang berarti bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil tentang skrining hipertiroid kongenital bayi baru lahir di Puskesmas Batu Ampar tahun 2025. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai skrining hipertiroid kongenital bayi baru lahir maka dari itu disarankan agar tenaga kesehatan lebih meningkatkan edukasi ini sehingga menjadi program rutin dalam pelayanan antenatal.
Background: Congenital hypothyroidism (CH) can lead to permanent cognitive developmental disorders if not properly detected through screening. The lack of knowledge among pregnant women is a major barrier to their participation in CH screening programs at Batu Ampar Community Health Center. Objective: To determine the effect of health education on the knowledge of pregnant women regarding newborn congenital hyperthyroid screening at Batu Ampar Community Health Center in 2025. Methods: This study was a quantitative pre-experimental study using a one-group pretest-posttest design. The population consisted of all pregnant women in the working area of Batu Ampar Community Health Center in October 2025, with a sample of 60 respondents selected using consecutive sampling technique. Data were collected using questionnaires and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: Before the health education intervention, most respondents had poor knowledge (68.3%). After the intervention, most respondents were in the good knowledge category (48.3%), with the mean score increasing from 6.95 (pretest) to 11.72 (posttest). The Wilcoxon Signed Rank Test showed a p-value < 0.05, indicating that health education had a significant effect on the knowledge of pregnant women regarding newborn congenital hyperthyroid screening at Batu Ampar Community Health Center in 2025. Conclusion: Health education is proven to be effective in improving pregnant women’s knowledge about newborn congenital hyperthyroid screening. Therefore, it is recommended that healthcare providers enhance this educational intervention and incorporate it as a routine program in antenatal care services.




