HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN REPRODUKSI DAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMPN 3 KOMBENG KABUPATEN KUTAI TIMUR

Penulis

  • Ernawati ITKES Wiyata Husada Samarinda
  • Ida Hayati ITKES Wiyata Husada Samarinda

Kata Kunci:

Literasi Kesehatan Reproduksi, Media Sosial, Perilaku Seksual, Remaja

Abstrak

Perilaku seksual berisiko pada remaja merupakan masalah serius yang dapat berdampak pada kesehatan fisik dan psikososial. Rendahnya pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dan tingginya paparan konten melalui media sosial menjadi faktor pemicu meningkatnya risiko tersebut. Tujuan: Diketahuinya hubungan antara literasi kesehatan reproduksi dan penggunaan media sosial dengan perilaku seksual remaja di SMPN 3 Kombeng Kabupaten Kutai Timur. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian seluruh siswa SMPN 3 Kombeng dengan sampel s 105 responden yang diambil secara stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Berdasarkan literasi kesehatan mayoritas tinggi yaitu 57 orang (54,3%), pada penggunaan media sosial mayoritas dengan kategori jarang yaitu 59 orang (56,2%) dan berdasarkan perilaku seksual mayortas aman yaitu 57 orang (54,3%). Uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan signifikan literasi kesehatan reproduksi (p-value = 0,048) dan hubungan signifikan antara penggunaan media sosial (p-value = <0,000). Simpulan: Terdapat hubungan literasi kesehatan reproduksi dan penggunaan media sosial dengan perilaku seksual remaja di SMPN 3 Kombeng. Remaja dengan literasi tinggi dan intensitas penggunaan media sosial yang jarang cenderung memiliki perilaku seksual yang lebih aman.

Background: Risky sexual behavior among adolescents is a serious issue that can affect both physical and psychosocial health. Low levels of understanding regarding reproductive health and high exposure to content through social media are contributing factors to the increasing risk. Objective: To determine the relationship between reproductive health literacy and social media use with adolescent sexual behavior at SMPN 3 Kombeng, East Kutai Regency.Methods: This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The population consisted of all students at SMPN 3 Kombeng, with a sample of 105 respondents selected using stratified random sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Chi-Square statistical test.Results: Based on health literacy, the majority of respondents had a high level of literacy, totaling 57 individuals (54.3%). Regarding social media use, most respondents were categorized as infrequent users, with 59 individuals (56.2%). In terms of sexual behavior, the majority were categorized as having safe behavior, totaling 57 individuals (54.3%). The Chi-Square test showed a significant relationship between reproductive health literacy (p-value = 0.048) and a significant relationship between social media use (p-value < 0.000) with adolescent sexual behavior. Conclusion: There is a relationship between reproductive health literacy and social media use with adolescent sexual behavior at SMPN 3 Kombeng. Adolescents with higher literacy levels and lower intensity of social media use tend to exhibit safer sexual behavior.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30