INOVASI PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM MENDUKUNG KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUSI DI KAMPUNG PURANG DESA BUAR
Kata Kunci:
ASI Eksklusif, Kesehatan Ibu Dan Anak, Penyuluhan Kesehatan, Perilaku Emberian Makan BayiAbstrak
ASI adalah nutrisi terbaik untuk bayi karena mengandung zat gizi yang sesuai untuk pertumbuhan optimal, terutama jika diberikan secara eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan. Air susu ibu (ASI) juga mengandung kolostrum yang mengandung banyak antibodi dan protein yang memiliki peran penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi. Menurut laporan Kementerian Kesehatan RI, cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia mencapai 66% pada tahun 2022, namun angka tersebut masih di bawah target global. Angka kematian bayi, terutama pada masa neonatus, masih menjadi perhatian utama, meskipun telah terbukti bahwa pemberian ASI eksklusif dapat mengurangi risiko kematian akibat infek.(Susanti et al., 2023). Memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi merupakan salah satu langkah kesehatan masyarakat yang efektif dan ekonomis untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Namun, kesulitan dalam mencapai ASI eksklusif masih disebabkan oleh kurangnya dukungan keluarga serta kuatnya pengaruh nilai sosial dan budaya dalam pengambilan keputusan terkait pemberian makanan pada bayi. Maka, kegiatan pengabdian kepada masyarakat sangat penting untuk meningkatkan pemahaman tentang betapa pentingnya memberikan ASI eksklusif, terutama di Kampung Purang, Desa Buar, yang masih memiliki praktik memberi susu formula secara tersembunyi dan memberikan makanan tambahan sebelum bayi mencapai usia 6 bulan. Penggunaan media promosi kesehatan seperti kuesioner dan presentasi (PPT) serta metode penyuluhan active learning sangat membantu para ibu dalam memahami materi, sehingga kegiatan ini sukses. Dengan kegiatan ini, diharapkan akan terjadi perubahan perilaku ibu dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayi.
Breast milk (ASI) is the ideal natural source of nutrition for babies as it provides the most suitable nutrients for supporting healthy growth, particularly when given exclusively for the first 6 months of life. According to Maryunani (2016), ASI also includes colostrum, a substance rich in antibodies and proteins that are crucial for enhancing the baby's immune system. The Ministry of Health in Indonesia announced that the rate of exclusive breastfeeding reached 66% in 2022, but it is still lower than the global goal. Despite the proven benefits of exclusive breastfeeding in reducing the risk of death from infections, infant mortality, especially in the first month of life, continues to be a significant issue. Providing only breast milk for the first six months of a baby's life is a highly effective and economical way to enhance the health of both mothers and children. Family support is lacking and socio-cultural values strongly influence decisions about infant feeding practices, which continues to result in a low rate of exclusive breastfeeding. Hence, it is essential to conduct community service activities in Kampung Purang, Desa Buar, to raise awareness about the significance of exclusive breastfeeding, as the practice of clandestinely giving formula milk and introducing solid foods before the baby turns 6 months old is prevalent in the area. The use of health promotion media like questionnaires and PowerPoint presentations, along with the active learning method, contributes to the success of this activity by making it easier for mothers to comprehend the material. This activity aims to bring about a change in the way mothers provide exclusive breastfeeding to their infants.




