HUBUNGAN STATUS IMUNISASI, VENTILASI, DAN KEPADATAN HUNIAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS WONOKUSUMO, SURABAYA

Penulis

  • Luvy Dwi Anisah Apriliada Universitas Airlangga
  • Endyka Erye Universitas Airlangga
  • Dwiyanti Puspitasari Universitas Airlangga

Kata Kunci:

ISPA, Balita, Imunisasi, Ventilasi, Kepadatan Hunian

Abstrak

Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu penyakit menular yang sering terjadi pada anak usia 1–5 tahun, khususnya pada lingkungan dengan kondisi kesehatan dan sanitasi yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status imunisasi, ventilasi rumah, dan kepadatan hunian dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Wonokusumo Surabaya. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 75 balita dengan riwayat ISPA yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan data rekam medis periode Maret–November 2024. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia tidak memiliki hubungan dengan kejadian ISPA (p-value = 0,146), begitu juga berat badan lahir (p-value = 0,256). Faktor yang memiliki hubungan dengan kejadian ISPA yaitu status gizi (p-value = 0,049), status imunisasi (p-value = 0,001), ventilasi rumah (p-value = 0,002), dan kepadatan hunian (p-value = 0,002).Sementara itu, paparan asap rokok tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p-value = 0,588). Kesimpulan: Status gizi, status imunisasi, ventilasi rumah, dan kepadatan hunian berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita usia 1–5 tahun di Puskesmas Wonokusumo Surabaya.

Background: Acute Respiratory Infection (ARI) is a contagious disease that commonly affects children aged 1–5 years, especially in areas with poor environmental conditions. This study aimed to analyze the factors influencing the incidence of ARI among children aged 1–5 years at Wonokusumo Public Health Center. Methods: This study used a quantitative approach with an analytical cross-sectional design. A total of 75 toddlers with a history of ARI were selected using purposive sampling from medical record data for the period of March–November 2024. Data were collected through interviews using questionnaires and analyzed using the chi-square test. Results: The results showed that age was not associated with ARI incidence (p-value = 0.146; p>0.05), birth weight was not associated (p-value = 0.256; p>0.05), nutritional status was associated (p-value = 0.049; p<0.05), immunization status was associated (p-value = 0.001; p<0.05), exposure to cigarette smoke was not associated (p-value = 0.588; p>0.05), ventilation was associated (p-value = 0.002; p<0.05), and housing density was associated (p-value = 0.002; p<0.05) with the incidence of ARI among children aged 1–5 years at Wonokusumo Public Health Center.Conclusion: There is a relationship between nutritional status, immunization status, ventilation, and housing density with the incidence of ARI among children aged 1–5 years at Wonokusumo Public Health Center.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30