PENGARUH PEMBERIAN BUAH PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI
Kata Kunci:
Pepaya, Laktagogum, Produksi Asi, Ibu Postb Partum, Kelancaran AsiAbstrak
Latar Belakang : Rendahnya produksi ASI pada ibu postpartum dapat menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Buah pepaya (Carica papaya L.) diketahui memiliki potensi sebagai laktagogum alami, namun efektivitasnya terhadap peningkatan produksi ASI masih perlu dibuktikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh pemberian buah pepaya terhadap produksi ASI pada ibu postpartum. Fokus penelitian adalah mengevaluasi apakah konsumsi buah pepaya dapat meningkatkan produksi ASI pada masa nifas Metode : Penelitian ini menerapkan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pre-post control group design yang melibatkan 36 ibu postpartum pada hari ke-14 hingga ke-21 di PMB Santi Rahayu, Malang. Responden dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol, produksi ASI pada fase mature ASI diukur menggunakan pompa ASI. Analisis data dilakukan dengan Wilcoxon Signed-Rank Test untuk mengevaluasi perbedaan nilai pretest dan posttest dalam masing-masing kelompok, serta Mann-Whitney Test untuk membandingkan hasil posttest antara kedua kelompok Hasil : Produksi ASI pada kelompok intervensi mengalami peningkatan yang bermakna, yaitu dari rata-rata 644,05 mL/hari sebelum intervensi menjadi 877,22 mL/hari setelah intervensi (p = 0,001; p < 0,05). Sebaliknya, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang signifikan, dengan rata-rata produksi ASI sebesar 643,11 mL/hari pada pretest dan 642,11 mL/hari pada posttest (p = 1,000). Selain itu, hasil uji Mann-Whitney pada pengukuran posttest menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p = 0,001). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah pepaya berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kelancaran serta volume produksi ASI pada ibu postpartum. Sebagai laktagogum alami, buah pepaya memiliki potensi untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif karena aman dikonsumsi, mudah diperoleh, dan memiliki biaya yang relatif terjangkau bagi ibu postpartum.




