LAPORAN KASUS PADA NY.R DENGAN RESIKO PERILAKU KEKERASAN DI RSJ GRAHASIA YOGYAKARTA

Penulis

  • Rahmawati Cahya Ardittasari Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
  • Deasti Nurmaguphita Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Kata Kunci:

Laporan Kasus, Resiko Perilaku Kekerasan

Abstrak

Masalah kesehatan jiwa yang masih menjadi perhatian para praktisi kesehatan jiwa di Indonesia yaitu gangguan jiwa berat, salah satu gangguan jiwa berat yang sering kita temukan dan dirawat adalah skizofrenia. Risiko perilaku kekerasan adalah keadaan perilaku seperti marah dan dorongan untuk bertindak pada bentuk destruktif serta masih terkontrol. Metode dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1 pasien dengan resiko perilaku kekerasan yang di rawat di RSJ Grahasia, Wisma Srikandi . pendekatan keperawatan dilakukan secara holistik melalui pengkajian menyeluruh, penetapan diagnosa keperawatan berdasarkan SDKI, dan perencanaan intervensi sesuai SLKI dan SIKI. Intervensi keperawatan meliputi latihan tarik nafas dalam, pukul bantal, patuh minum obat, latih cara asertif (menyampaikan perasaan, meminta dan menolak dengan baik) dan latih kegiatan spirtual. Hasil penelitian menunjukan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi mengalami perubahhan pada pasien resiko perilaku kekerasan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perbaikan bertahap pada kemampuan pasien untuk perilaku menyerang, perilaku melukai diri sendiri atau orang lain, perilaku agresif atau amuk, suara ketus dan bicara ketus yang telihat dari penurunan skor hasil pre dan post intervensi, meskipun gejala belum sepenuhnya hilang. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah melakukan penelitian dengan lebih banyak pasien untuk mengetahui efektivitas terhadap terapi yang telah dilakukan oleh peneliti dengan resiko perilaku kekerasan. Waktu terapi juga sebaiknya diperpanjang agar bisa terlihat perkembangan pasien dalam jangka waktu yang lebih lama.

Mental health issues that remain a concern for mental health practitioners in Indonesia are severe mental disorders, one of the severe mental disorders that we often encounter and treat is schizophrenia. The risk of violent behavior is a behavioral condition such as anger and the urge to act in a destructive form while still being controlled. The methods and sample used in this study involved 1 patient with a risk of violent behavior who was treated at RSJ Grahasia, Wisma Srikandi. Nursing approaches were conducted holistically through comprehensive assessment, determination of nursing diagnoses based on SDKI, and planning of interventions according to SLKI and SIKI. Nursing interventions include deep breathing exercises, pillow hitting, adherence to medication, practicing assertive behavior (expressing feelings, requesting, and refusing appropriately), and practicing spiritual activities. The research results showed that before and after the intervention, there were changes in patients at risk of violent behavior. Evaluation results indicated gradual improvement in the patients' ability to manage attacking behavior, self-harm or harming others, aggressive or enraged behavior, curt tone, and curt speech, as seen from the decrease in pre- and post-intervention scores, although symptoms have not completely disappeared. Suggestions for future researchers include conducting studies with more patients to determine the effectiveness of the therapy carried out by the researchers for patients at risk of violent behavior. The therapy duration should also be extended to observe patients' progress over a longer period of time.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30