LAPORAN KASUS PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI DI RUMAH SAKIT JIWA GRHASIA
Kata Kunci:
Defisit Perawatan Diri, Strategi Pelaksanaan, SkizofreniaAbstrak
Gangguan jiwa khususnya skizofrenia merupakan masalah kesehatan mental yang memengaruhi pola pikir, emosi, perilaku, dan kemampuan sosial individu sehingga berdampak pada kemampuan melakukan aktivitas perawatan diri. Salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada pasien skizofrenia adalah defisit perawatan diri yang ditandai dengan ketidakmampuan menjaga kebersihan diri, berpakaian, makan, dan toileting secara mandiri. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup pasien dan meningkatkan ketergantungan terhadap orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan strategi pelaksanaan (SP) dalam meningkatkan kemampuan perawatan diri pada pasien skizofrenia dengan defisit perawatan diri di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada satu pasien dengan diagnosa keperawatan defisit perawatan diri. Penelitian dilakukan selama tiga hari dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi dilakukan menggunakan strategi pelaksanaan (SP) 1–4 yang meliputi SP 1 yaitu latihan mandi dan kebersihan diri, SP 2 adalah toileting, SP 3 adalah latihan makan dan minum, serta SP 4 latihan berhias dan berpakaian. Data dikumpulkan menggunakan format pengkajian asuhan keperawatan jiwa dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien mengalami peningkatan kemampuan perawatan diri meliputi kemampuan mandi, makan dan minum, toiletting, dan berdandan/berhias. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi pelaksanaan (SP) 1–4 efektif dalam meningkatkan kemampuan perawatan diri pasien skizofrenia secara bertahap. Intervensi yang dilakukan secara terstruktur, konsisten, dan disertai dukungan terapeutik mampu membantu meningkatkan kemandirian pasien dalam memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-hari.
Mental disorders especially schizophrenia, are mental health problems that affect an individual's thought patterns, emotions, behavior, and social abilities, thus impacting the ability to perform self-care activities. One of the nursing problems frequently found in schizophrenia patients is a self-care deficit characterized by the inability to maintain personal hygiene, dress, eat, and toilet independently. This condition can reduce the patient's quality of life and increase dependence on others. This study aims to describe the application of implementation strategies (SP) in improving self-care abilities in schizophrenia patients with self-care deficits at Grhasia Mental Hospital, Yogyakarta. The research method used a descriptive design with a case study approach on one patient with a nursing diagnosis of self-care deficit. The study was conducted for three days using a nursing process approach including assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. Interventions were carried out using implementation strategies (SP) 1–4 which included bathing and personal hygiene training, toileting, eating and drinking, and grooming and dressing. Data were collected using a psychiatric nursing care assessment format and analyzed descriptively. The results showed that the patient experienced an increase in self-care abilities including the ability to bathe, eat and drink, toileting, and grooming. The conclusion of this study indicates that implementing implementation strategies (SP) 1–4 is effective in gradually improving self-care skills in patients with schizophrenia. Structured, consistent interventions, accompanied by therapeutic support, can help increase patients' independence in meeting daily activity needs.




