PENGARUH FIKSASI FORMALIN TERHADAP KUALITAS JARINGAN DAN HASIL IMUNOHISTOKIMIA: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW

Penulis

  • Fitri Claudia Agathis Mahundingan Universitas Pelita Harapan
  • Rut Madalin Banobe Universitas Pelita Harapan

Kata Kunci:

Fiksasi Formalin, Imunohistokimia, Kualitas Jaringan, Histopatologi, Systematic Literature Review

Abstrak

Fiksasi formalin merupakan tahap pra-analitik yang sangat penting dalam pemrosesan jaringan histopatologi karena berperan dalam mempertahankan morfologi jaringan dan keberhasilan pemeriksaan imunohistokimia (IHC). Namun, variasi waktu penundaan sebelum fiksasi, durasi fiksasi, dan konsentrasi formalin dapat memengaruhi kualitas jaringan serta ekspresi antigen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fiksasi formalin terhadap kualitas jaringan dan hasil pewarnaan imunohistokimia melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Literatur diperoleh dari basis data Google Scholar, PubMed, PLOS, MDPI, PMC, dan Oxford Academic dengan kriteria artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2018–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa fiksasi yang terlalu singkat menyebabkan autolisis jaringan, sedangkan fiksasi berkepanjangan, terutama melebihi 96 jam, meningkatkan risiko terbentuknya artefak dan penurunan reaktivitas antigen. Pengaruh tersebut bervariasi bergantung pada jenis jaringan, antigen, dan protokol laboratorium yang digunakan. Selain itu, metode bebas formalin seperti Non-Formalin Paraffin Embedded (NFPE) menunjukkan kualitas histomorfologi dan pewarnaan yang sebanding dengan metode Formalin-Fixed Paraffin-Embedded (FFPE) pada sebagian besar parameter yang dievaluasi. Dengan demikian, standarisasi kondisi fiksasi formalin sangat diperlukan untuk menjaga kualitas diagnostik, sementara metode bebas formalin berpotensi menjadi alternatif yang menjanjikan setelah melalui validasi lebih lanjut.

Formalin fixation is a critical pre-analytical step in histopathological tissue processing because it preserves tissue morphology and supports accurate immunohistochemical (IHC) staining. However, variations in cold ischemia time, fixation duration, and formalin concentration may affect tissue quality and antigen expression. This study aimed to analyze the effects of formalin fixation on tissue quality and immunohistochemical staining outcomes using a Systematic Literature Review (SLR) approach. Relevant studies published between 2018 and 2026 were retrieved from Google Scholar, PubMed, PLOS, MDPI, PMC, and Oxford Academic. The review demonstrated that inadequate fixation leads to tissue autolysis, whereas prolonged fixation, particularly beyond 96 hours, increases the risk of fixation artifacts and reduced antigen immunoreactivity. These effects vary depending on tissue type, antigen characteristics, and laboratory protocols. Furthermore, Non-Formalin Paraffin Embedded (NFPE) techniques have demonstrated histomorphological preservation and staining quality comparable to conventional Formalin-Fixed Paraffin-Embedded (FFPE) methods for most evaluated parameters. Therefore, standardization of formalin fixation conditions is essential to ensure reliable diagnostic quality, while formalin-free tissue processing represents a promising alternative that requires further validation before widespread clinical implementation.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30